Pemain muda Spanyol Lamine Yamal (kanan) saat menjebol gawang Arab Saudi di Piala Dunia 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Arab Saudi Georgios Donis mengakui timnya tidak mampu mengimbangi kualitas permainan Spanyol saat menelan kekalahan telak 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Ahad (21/6/2026) waktu setempat. Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi The Green Falcons setelah sebelumnya mampu mencuri satu poin saat menahan Uruguay.
Arab Saudi sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi usai hasil positif pada pertandingan pertama. Namun, mereka kesulitan menghadapi intensitas dan kualitas individu para pemain Spanyol yang tampil dominan sejak menit awal.
Lamine Yamal membuka keunggulan La Roja pada menit ke-10 sebelum Mikel Oyarzabal mencetak dua gol dalam rentang tiga menit pada babak pertama. Penderitaan Arab Saudi bertambah setelah Hassan Altambakti mencetak gol bunuh diri pada awal babak kedua.
Donis menilai timnya terlalu banyak melakukan kesalahan, terutama di area pertahanan. Menurut dia, para pemain Arab Saudi kehilangan rasa percaya diri setelah kebobolan tiga gol dalam waktu singkat sehingga sulit kembali ke dalam permainan.
"Kami tidak cukup kuat untuk menghentikan Spanyol di sekitar area penalti," kata Donis seperti dikutip FIFA.
Ia menambahkan, ketika pertandingan berjalan buruk dan tim kebobolan beberapa gol cepat, para pemain mulai kehilangan rasa aman dan kesulitan menjalankan rencana permainan.
Salah satu faktor yang paling merepotkan Arab Saudi adalah penampilan gemilang Lamine Yamal. Winger muda Barcelona itu tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga terus menjadi ancaman melalui kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel satu lawan satunya. Donis menilai pemain berusia 18 tahun tersebut sudah menunjukkan kualitas yang membedakannya dari pemain lain.
sumber : Antara
.png)
5 hours ago
2
















































