REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) membangun sumur bor baru dan mereaktivasi sumur milik warga untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor energi sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita menyampaikan, upaya penyediaan air bersih dilakukan bersamaan dengan pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Pertamina mengerahkan tim khusus pemboran air serta bekerja sama dengan relawan dan masyarakat setempat di sejumlah titik terdampak.
“Kami melakukan pembangunan sumur bor baru dan reaktivasi sumur masyarakat agar airnya kembali dapat digunakan. Ini kami kerjakan bersama relawan, termasuk Wanadri, dan warga setempat,” kata Arya Dwi Paramita dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (10/1/2026) lalu.
Ia menjelaskan, hingga kini empat sumur bor telah berhasil diproduksikan airnya dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Pertamina juga memberangkatkan tujuh tim tambahan untuk mempercepat pengerjaan, melengkapi empat tim yang lebih dulu berada di lapangan.
Upaya tersebut melengkapi distribusi air bersih menggunakan 15 truk tangki yang dimobilisasi dari berbagai wilayah, termasuk Sumatera Utara. Air bersih diprioritaskan untuk permukiman terdampak, posko pengungsian, serta dapur umum yang masih beroperasi.
“Di Aceh Tamiang, dua sumur bor air sudah beroperasi bersamaan dengan penyerahan hunian sementara. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi seiring proses pemulihan,” ujar Arya.
Selain Pertamina, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memastikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Langkahan di Kabupaten Aceh Utara telah kembali beroperasi secara fungsional per 9 Januari 2026, setelah sebelumnya terdampak bencana banjir bandang. Berfungsinya kembali SPAM ini menjadi langkah penting dalam pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan layanan air bersih merupakan prioritas utama dalam penanganan pascabencana. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama di wilayah terdampak bencana. Diharapkan dengan berfungsinya kembali SPAM IKK Langkahan dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan lebih sehat dan aman, sekaligus mendukung proses pemulihan sosial dan ekonomi di Aceh Utara,” kata Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Dody menyampaikan SPAM IKK Langkahan berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan dengan kapasitas terpasang sebesar 20 liter per detik. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Langkahan memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye.
Saat ini IPA Langkahan kembali beroperasi hingga 22 jam per hari dan melayani kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan jumlah sambungan rumah aktif mencapai lebih dari 3.600 sambungan rumah. Dengan berfungsinya kembali SPAM ini, lanjut dia, pasokan air bersih bagi ribuan warga dapat kembali terpenuhi secara berkelanjutan.
.png)
9 hours ago
3















































