Ngabuburit Bersama Haji Geyot, bank bjb Hidupkan Kembali Tradisi Ramadan Warga Bandung

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang menghadirkan suasana kehangatan dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Dalam semangat tersebut, bank bjb kembali menghadirkan berbagai program menarik yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi dan kebersamaan.

Melalui program bertajuk Berbagi Berkah Ramadan: Ngabuburit Bersama Haji Geyot, bank bjb menghadirkan rangkaian kegiatan hiburan dan sosial untuk memeriahkan waktu menjelang berbuka puasa. Program ini menjadi bagian dari komitmen bank bjb untuk terus hadir melalui kegiatan yang membawa manfaat sekaligus memperkuat kedekatan dengan warga.

Kegiatan ini secara khusus menyasar masyarakat yang selama ini memiliki tradisi kuat dalam menikmati suasana ngabuburit. Melalui konsep yang memadukan hiburan, edukasi, dan kepedulian sosial, program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman Ramadan yang lebih bermakna bagi masyarakat.

Ngabuburit Bersama Haji Geyot menghadirkan kembali ikon yang pernah sangat populer di Bandung pada era 1990-an. Sosok boneka atau patung Haji Geyot dahulu menjadi simbol hiburan rakyat yang identik dengan suasana menunggu waktu berbuka puasa di berbagai sudut kota.

Kehadiran kembali Haji Geyot diharapkan dapat membangkitkan nostalgia masyarakat yang pernah merasakan kemeriahan ngabuburit pada masa lalu. Di sisi lain, generasi muda juga dapat mengenal kembali salah satu ikon budaya populer yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bandung. Program ini sekaligus menjadi upaya bank bjb untuk ikut melestarikan unsur budaya lokal yang memiliki nilai historis bagi masyarakat.

Haji Geyot Hadir di Sejumlah Lokasi

Dengan menghidupkan kembali tradisi tersebut, bank bjb ingin menghadirkan Ramadan yang tidak hanya meriah tetapi juga sarat makna budaya. Rangkaian kegiatan Ngabuburit Bersama Haji Geyot digelar di sejumlah lokasi.

Lokasi pertama kegiatan berlangsung di Alun-alun Ujung Berung pada 27 Februari. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari ketika warga mulai berdatangan untuk menikmati berbagai aktivitas yang disediakan dalam acara tersebut.

Kegiatan kemudian berlanjut di Griya Kriya Bedas Soreang pada 28 Februari. Lokasi ini juga menjadi salah satu titik keramaian yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Rangkaian kegiatan berikutnya digelar di Alun-alun Ciwidey pada 6 Maret. Acara kemudian ditutup dengan pelaksanaan kegiatan di Alun-alun Lembang pada 7 Maret. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat selama bulan Ramadan.

Dalam setiap kegiatan, masyarakat dapat menikmati berbagai aktivitas menarik. Beragam hiburan disajikan untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung.

Acara juga menghadirkan penampilan seni dan hiburan yang melibatkan berbagai komunitas lokal. Kehadiran para pelaku seni tersebut memberikan ruang ekspresi sekaligus memperkaya suasana kegiatan dengan nuansa budaya yang kental.

Selain hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan tausiyah yang memberikan pesan-pesan kebaikan serta nilai spiritual selama bulan Ramadan. Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci dengan kegiatan yang positif. Berbagai permainan interaktif serta kuis juga tersedia menghadirkan suasana yang lebih hangat dan penuh kegembiraan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |