Badan Kerjasama DPR Dukung Partisipasi WNI dalam Misi Menembus Blokade Gaza

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung partisipasi warga negara Indonesia dalam misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Gaza, Palestina. Ketua BKSAP Syahrul Aidi Maazat mengatakan, keterwakilan Indonesia (GPCI) dalam pelayaran kemanusiaan internasional tersebut sebagai salah satu bentuk konsistensi masyarakat Indonesia dalam perjuangan membantu penghentian penjajahan di Palestina.

“Selamat berjuang untuk teman-teman yang mengikuti kegiatan Global Sumud Flotilla. Mudah-mudahan Allah kuatkan dan Allah jaga semuanya dan tujuan kita bisa tercapai dan pada akhirnya Palestina merdeka,” kata Syahrul dalam siaran pers video yang diterima Republika, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

GPCI kembali turut serta dalam misi pelayaran akbar Global Sumud Flotilla 2.0 menembus blokade Gaza. Enam delagasi GPCI sudah berada di Barcelona, Spanyol untuk ambil bagian dalam seremonial keberangkatan kapal-kapal kemanusiaan tersebut. 

Pada Ahad (12/4/2026) dua delegasi Indonesia, yakni Maimon Herawati yang merupakan Koordinator Dewan Pengarah GPCI, serta Chiki Fawzi yang merupakan relawan serta influencer GPCI turut serta dalam pelayaran. Sementara Muhammad Husein, Syaafawi, dan Sugandhi yang juga bagian dari GPCI dari Spanyol terbang ke Libya untuk konvoi darat menembus blokade Gaza melalui Mesir.

Misi Global Sumud Flotilla tahun ini memang digelar melalui jalur Laut Mediterania, dan darat Libya-Mesir. Diperkirakan lebih dari seribu relawan dan aktivis dari sedikitnya 100 negara turut ambil bagian dalam misi kemanusian ini. Dan dari jalur laut, diperkirakan lebih dari 100 kapal yang akan berlayar menembus blokade Gaza dari negara-negara Eropa.

GPCI akan mengirimkan delegasi lanjutan ke negara-negara Eropa ikut mengikuti pelayaran dari etape lanjutan. Maimon mengatakan, agar pemerintahan Indonesia di Jakarta, memberikan dukungan, restu, serta perlindungan warga negara Indonesia dalam misi pelayaran dan konvoi darat Global Sumud Flotilla tahun ini.

Perlindungan warga negara tersebut penting, mengingat selama ini, misi pelayaran Global Sumud Flotilla berujung pada penculikan, dan penangkapan oleh serdadu penjajahan Zionis Israel. Para peserta konvoi darat, pun tak jarang mendapatkan inditimidasi dan risiko deportasi oleh negara-negara yang dilalui saat konvoi.

Padahal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla cuma gerakan sipil dari seluruh dunia untuk membawa obat-obatan, makanan, serta air bersih, pun perlengkapan bayi, juga kebutuhan perempuan di Gaza yang hingga kini masih dalam penjajahan, dan blokade Zionis Israel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |