Iran Tolak Keinginan AS untuk Ikut Kontrol Selat Hormuz

11 hours ago 2

Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, mengatakan, Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk ikut berperan dalam mengatur pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan langsung oleh delegasi AS ketika berunding dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Namun Iran menolak tegas permintaan tersebut.

Iran meminta pengenaan biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Ali, AS juga berkeinginan dan menjadi mitra dalam pengaturan tersebut.

"Washington bahkan sampai mengatakan: Mari kita tetapkan kerangka hukum untuk Selat Hormuz yang juga mencakup Amerika," kata Ali saat berbicara di stasiun televisi milik Pemerintah Iran, Senin (13/4/2026), dikutip Anadolu Agency.

Selain pengaturan Hormuz, Ali menerangkan, dalam perundingan di Islamabad juga dibahas soal program nuklir Iran. Menurut Ali, Iran menyatakan siap mengurangi 430 kilogram uranium yang diperkaya sebagai jaminan terkait program nuklirnya dan untuk menunjukkan niat baik.

Dalam perundingan dikemukakan pula rencana pembentukan koalisi untuk pengurangan uranium yang diperkaya dengan melibatkan AS dan Arab Saudi. Namun, kata Ali, Washington menarik diri dari proposal tersebut.

Negosiasi antara Iran dan AS di Pakistan diketahui berakhir tanpa kesepakatan. Media-media Iran menggambarkan kegagalan perundingan tersebut akibat permintaan atau tuntutan AS yang berlebihan.

"Mereka (AS) belajar selama perang 40 hari bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh pidato di media sosial, tetapi oleh kehendak rakyat dan keunggulan di lapangan," ujar Ali.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |