Abdul hadi tamba
Agama | 2026-06-24 05:32:53
Abdul Hadi Tamba.
Murka dan Rahmad Allah.
Dalam pandangan kami murka dan rahmat Allah adalah manifestasi dari sifat-sifat-Nya (Jalal dan Jamal).
Sifat murka (Al-Qahhar / Al-Muntaqim) dipahami sebagai bentuk penjagaan Allah terhadap hamba-Nya dari kehancuran spiritual, sedangkan rahmat (Ar-Rahman / Ar-Rahim) adalah pancaran kasih sayang tanpa batas yang mendahului murka-Nya.
Berikut adalah penjabaran kami serta sumber dalil dalam Al-Qur'an dan pandangan para ulama muktabar:
Sumber Dalil Al-Qur'anTentang Rahmat Allah:
Surah Al-A'raf ayat 156:
Allah menegaskan bahwa rahmat-Nya meliputi segala sesuatu."...
Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.
(QS. Al-A'raf: 156).
Surah Al-An'am ayat 12:
Allah menetapkan sifat kasih sayang pada Dzat-Nya sendiri.".....
Dia telah menetapkan atas Diri-Nya sifat kasih sayang.
(QS. Al-An'am: 12).
Tentang Murka Allah dan Hubungannya dengan Rahmat:
Hadis Qudsi (Muttafaq 'Alaih):
Ulama tasawuf sering merujuk pada prinsip Rahmat mendahului murka sebagai dalil pendukung utama.".....
Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Pandangan kami dan Fatwa Ulama Muktabar Dalam literatur tasawuf, murka dan rahmat tidak dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan secara ekstrem, melainkan sebagai cara Allah mendidik jiwa manusia (tarbiyah ruhiyah).
Ibnu Athaillah as-Sakandari (w. 1309 M) dalam Al-Hikam:
Beliau mengajarkan agar seorang hamba tidak hanya melihat rahmat dari bentuknya yang tampak menyenangkan.
Janganlah engkau menganggap aneh terjadinya kesusahan selama engkau masih berada di dunia.
Dunia ini memang tempat menampakkan apa saja yang sesuai dengan sifatnya.
Sesuatu yang tampak sebagai murka Allah bisa jadi adalah rahmat yang tersembunyi jika itu mendekatkanmu kepada-Nya.
Imam Al-Ghazali (w. 1111 M) dalam Ihya' 'Ulum ad-Din:
Dalam kitab tauhidnya, Al-Ghazali menjelaskan bahwa murka Allah berkaitan dengan keadilan dan penolakan-Nya terhadap hal-hal yang menjauhkan hamba dari kesucian spiritual.
Namun, hakikat Allah adalah Ar-Rahman, yang berarti kasih sayang-Nya mutlak diberikan kepada seluruh makhluk tanpa diminta, sedangkan murka-Nya datang karena adanya sebab (pelanggaran/penolakan dari hamba).
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (w. 1166 M):
Dalam berbagai nasihatnya (seperti dalam kitab Al-Fath ar-Rabbani), beliau menekankan bahwa ujian atau cobaan yang terasa seperti "murka" hakikatnya adalah proses tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa).
Di balik rasa sakit tersebut, terdapat Rahmat Allah yang sedang mempersiapkan hamba untuk menerima limpahan cahaya makrifat (mengenal Allah).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
.png)
3 hours ago
5





































