Misteri Pandangan Mata Mayat Menatap Satu Arah, Ternyata Ini yang Dilihat Menurut Hadis

19 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak sedikit orang dibuat merinding saat melihat mata jenazah yang masih terbuka dan seakan menatap sesuatu yang tak terlihat oleh manusia hidup. Fenomena itu ternyata telah lama dijelaskan dalam sejumlah riwayat Islam yang dinukil Imam Imam Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah halaman 267-268.

Dalam riwayat dari Ummu Salamah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pandangan mata seseorang yang meninggal akan mengikuti arah keluarnya ruh. Hadis itu berkaitan dengan wafatnya Abu Salamah.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ: إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَابْنُ مَاجَهْ

‘An Ummi Salamah qālat: dakhala Rasūlullāh ﷺ ‘alā Abī Salamah wa qad syaqqa basharuhu fa aghmadhahu tsumma qāla: innar-rūḥa idzā qubidha tabi‘ahul bashar. Akhrajahu Muslim wa Ibnu Mājah.

Dari Ummu Salamah, ia berkata: “Rasulullah SAW datang kepada Abu Salamah ketika pandangan matanya masih terbuka. Lalu Rasulullah menutup kedua matanya dan bersabda: ‘Sesungguhnya apabila ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.’” (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Riwayat lain dari Abu Hurairah RA juga menjelaskan hal serupa. Rasulullah SAW menerangkan bahwa mata orang yang meninggal tetap terbuka karena pandangannya mengikuti perginya ruh.

وَرَوَى مُسْلِمٌ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَلَمْ تَرَوُا الْإِنْسَانَ إِذَا مَاتَ شَخَصَ بَصَرُهُ؟ قَالُوا: بَلَى، قَالَ: فَذَلِكَ حِينَ يَتْبَعُ بَصَرُهُ نَفْسَهُ.

Wa rawā Muslim, ‘an Abī Hurairah radhiyallāhu ‘anhu qāla: qāla Rasūlullāh ﷺ: alam taraw al-insāna idzā māta syakhasha basharuhu? Qālū: balā. Qāla: fa dzālika ḥīna yatba‘u basharuhu nafsahu.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidakkah kalian memperhatikan seseorang ketika meninggal, matanya tetap terbuka?” Para sahabat menjawab, “Benar.” Rasulullah SAW bersabda: “Itu terjadi karena pandangan matanya mengikuti ruhnya.” (HR Muslim).

Selain itu, dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa orang yang baru meninggal melihat mi’raj, yakni penghubung antara langit dan bumi. Riwayat tersebut menggambarkan mi’raj sebagai tangga indah berwarna hijau zamrud yang membuat pandangan mayat terpaku ke arahnya.

 عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: إِنَّ الْمَيِّتَ أَوَّلُ مَا يُشَقُّ بَصَرُهُ لِرُؤْيَةِ الْمِعْرَاجِ، وَهُوَ سُلَّمٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ مِنْ زُمُرُّدَةٍ خَضْرَاءَ أَحْسَنُ مَا رُئِيَ قَطُّ، فَذَلِكَ حِينَ يَمُدُّ بَصَرَهُ إِلَيْهِ.

‘Anin Nabiyyi ﷺ: innal mayyita awwalu mā yusyaqqu basharuhu li ru’yatil mi‘rāj, wa huwa sullamun bainas-samā’i wal-arḍ min zumurrudatin khaḍrā’a aḥsanu mā ru’iya qaṭṭ, fa dzālika ḥīna yamuddu basharahu ilaih.

Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya perkara pertama yang membuat pandangan mayat terbuka adalah karena melihat mi’raj, yaitu tangga penghubung antara langit dan bumi yang terbuat dari zamrud hijau, paling indah yang pernah dilihat. Karena itulah pandangan matanya memanjang memandang ke arahnya.”

Imam Imam Qurthubi menukil sejumlah riwayat tersebut sebagai penjelasan mengenai kondisi ruh dan pandangan seseorang pada detik-detik setelah kematian.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |