REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) berubah menjadi panggung akulturasi budaya dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2026. Melalui rangkaian acara bertema "Ride to Luck" (Join the Journey, Catch the Luck) yang memuncak pada 16-17 Februari, pusat bisnis terbesar di Jakarta ini mengintegrasikan tradisi China dengan unsur budaya lokal Betawi sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Kehadiran Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, menegaskan bahwa semarak Imlek tahun ini bukan sekadar perayaan etnis, melainkan bukti nyata kekuatan inklusivitas Indonesia. Di sela keriuhan atraksi barongsai dan musik tradisional, ia melihat harmoni yang tercipta sebagai aset besar negara.
"Senang sekali hari ini kita melihat semaraknya perayaan Imlek. Bagaimana seluruh Indonesia turut merayakan keragaman, berbeda-beda tetapi tetap satu," kata Veronica saat diwawancara di sela perayaan, Senin (16/2/2026).
Bagi Veronica, momentum ini harus menjadi titik balik bagi masyarakat untuk terus mengedepankan kolaborasi di atas perbedaan. Ia meyakini kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah merupakan modal utama untuk membawa Indonesia bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati dirinya.
"Harapannya tentu Indonesia tetap maju dengan keberagaman. Kita punya potensi karena kita berbeda-beda, banyak sekali budaya dari setiap daerah, dan itulah yang harus kita angkat. Kelebihan kita bukan pada keseragaman, tetapi pada keberagaman itu sendiri," ujar Veronica.
Direktur PT Creative Event Entertainment, Ananta Pribadi, mengatakan pemilihan tema "Ride to Luck" merefleksikan ajakan bagi masyarakat untuk melangkah ke depan dengan optimisme tinggi. “Melalui tema 'Ride to Luck', kami ingin mengajak masyarakat memulai perjalanan baru di tahun ini dengan penuh optimisme. Kami bangga dapat menampilkan harmoni budaya Tionghoa dan Betawi yang hidup berdampingan di kawasan modern seperti SCBD,” ujar Ananta.
Menurut dia, inisiatif ini merupakan perwujudan dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, "Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman". Kawasan SCBD yang biasanya kaku dengan urusan korporasi, kini menjelma menjadi ruang publik yang cair dan hangat. "Maka kami juga berupaya untuk merayakan keberagaman," kata dia.
Sisi ekonomi kerakyatan pun tidak luput dari perhatian. Sebanyak 80 UMKM binaan SCBD turut mengambil peran dalam Lunar New Year Market. Kehadiran para pelaku usaha kecil ini, yang didukung oleh transaksi nontunai Bank Artha Graha Internasional, membuktikan bahwa perayaan besar tetap bisa memberikan dampak langsung bagi ekonomi akar rumput.
"Seluruh rangkaian hiburan dan atraksi budaya dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat, menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan," kata Ananta.
.png)
2 weeks ago
2















































