REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambah anggaran pembangunan sektor pertanian di Papua menjadi sekitar Rp3,2 triliun pada 2026. Penambahan anggaran tersebut dilakukan untuk memperluas pembangunan pertanian di berbagai wilayah Tanah Papua sesuai aspirasi masyarakat dan potensi komoditas di masing-masing daerah.
Amran mengatakan keberhasilan program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendorong semakin banyak masyarakat dan pemerintah daerah mengajukan program serupa. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan alokasi anggaran agar lebih banyak wilayah dapat memperoleh dukungan pengembangan sektor pertanian.
"Alhamdulillah kami ubah anggaran demi Papua yang kita cintai. Kami ubah anggaran, berikan peralatan untuk Papua Pegunungan 100 ribu paket, Papua Tengah 100 ribu paket, kemudian bantuan kopi ribuan hektare. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan daerahnya," kata Amran saat berdialog dengan masyarakat di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dikutip Senin (13/7/2026).
Menurut Amran, antusiasme masyarakat Papua terhadap pembangunan sektor pertanian terus meningkat. Sejumlah kepala daerah bersama perwakilan petani dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan bahkan datang langsung ke Jakarta untuk mengusulkan program serupa di daerah masing-masing.
Kementan pun menyiapkan bantuan sesuai karakteristik setiap wilayah. Papua Pegunungan dan Papua Tengah masing-masing akan memperoleh 100 ribu paket peralatan pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan, seperti ubi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan pengembangan kopi, kakao, sagu, hingga kedelai sesuai potensi masing-masing daerah.
Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan pada 2026. Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, jalan usaha tani, gudang, *dryer*, hingga pengembangan lahan pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Wanam, Amran juga menyetujui pembukaan sekitar 250 hektare lahan sawah baru yang pengerjaannya dimulai tahun ini. Pemerintah akan menambah bantuan traktor, membangun jaringan irigasi, serta menerapkan teknologi pertanian modern agar kawasan tersebut menjadi percontohan pengembangan pertanian di Papua.
"Insyaallah selesai tahun ini. Kami yang bertanggung jawab. Nanti kami kirim traktor lagi, irigasi kami bangun, teknologi modern juga kita terapkan di Wanam sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pertanian yang lebih baik," ujar Amran.
Ia menegaskan seluruh pembangunan pertanian di Papua dibiayai pemerintah dan hasilnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, total dukungan pemerintah bagi pembangunan sektor pertanian di Papua telah mencapai sekitar Rp5,3 triliun.
.png)
13 hours ago
4

















































