Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Bandara VVIP Pulkovo, Saint Petersburg, Rusia pada Jumat (20/6/2025) malam waktu setempat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menlu Soegiono menyambut kepulangan para relawan Indonesia yang sebelumnya diculik tentara zionis Israel. Menlu bersama para relawan sempat menggelar jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (24/5/2026) sore. Kepada para relawan, Menlu mengatakan, "Selamat datang kembali. Selamat berkumpul dengan keluarga."
Menlu membuka pernyataannya dengan mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang sudah membantu upaya kepulangan para relawan Indonesia. Menlu menyebut atas arahan Presiden Prabowo Subianto, lalu gerakan Global Sumud Flotila, Global Peace Convoy Indonesia. Secara khusus Menlu menyebut Pemerintah Turki, Pemerintah Mesir, dan Pemerintah Yordania.
"Khusus pemerintah Turki yang telah membantu kepulangan relawan dari Asdod (kota pelabuhan di Israel)," kata Soegiono.
Menlu kemudian menekankan ia mengapresiasi apa yangdilakukan para relawan tersebut. Hal itu, kata dia, bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia, yakni perjuangan rakyat Palestina dan solusi dua negara.
"Saya kira saudara-saudara ini adalah upaya nyata itu!" kata Menlu.
Pemerintah juga menegaskan mengecam perlakuan tentara zionis Israel pada para relawan. Soegiono mengatakan kekerasan kepada para relawan adalah pelanggaran hukum internasional. Relawan, kata dia, adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Kecaman ini sudah juga disampaikan di forum Dewan Keamanan PBB beberapa hari lalu.
Aktivis kemanusiaan dari Global Peace Convoy Indonesia Maimun Herawati menambahkan saat ini panitia pusat Global Sumud Flotila tengah menyusun upaya hukum atas penyiksaan tentara zionis Israel ke para relawan. Selain itu, Maimun juga berharap publik tidak berhenti mendukung kemerdekaan rakyat Palestina serta tetap mengirimkan bantuan ke warga Palestina.
.png)
7 hours ago
6
















































