Carolina F. Sembiring
Eduaksi | 2026-06-24 18:38:27
Banyak orang memandang masa pensiun sebagai akhir dari perjalanan produktif seseorang. Padahal, masa pensiun justru dapat menjadi awal dari babak kehidupan yang baru, penuh peluang, kreativitas, dan kontribusi bagi masyarakat.
Semangat inilah yang mengemuka dalam seminar bertajuk “Pensiun Bahagia: Sehat, Sejahtera, Produktif, dan Bermakna” yang diselenggarakan di GKP Ebenhaezer Cawang pada 30 Mei 2026. Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) tersebut menghadirkan berbagai perspektif tentang bagaimana menjalani masa pensiun secara aktif dan mandiri.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pentingnya produktivitas di usia lanjut. Banyak pensiunan masih memiliki kemampuan, pengalaman, serta jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha sesuai hobi dan kapasitas mereka. Aktivitas produktif tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas interaksi sosial.
Adanya respons positif peserta menunjukkan tingginya minat untuk tetap berkarya setelah pensiun. Dalam sesi diskusi, berbagai pertanyaan muncul terkait peluang usaha yang cocok bagi lansia, strategi memulai bisnis dengan modal terbatas dan pengelolaan keuangan.
Menariknya, peserta seminar terinspirasi langsung dari mahasiswa yang berhasil merintis dan mengembangkan bisnis sejak di bangku kuliah dan bahkan ada peserta yang berminat untuk berkolaborasi dengan bisnis tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Selain aspek ekonomi, seminar juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi produktivitas di usia lanjut. Lansia didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menjaga keseimbangan psikologis dalam menghadapi perubahan peran setelah pensiun.
Melalui kegiatan ini, UKI dan GKP Ebenhaezer Cawang menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia tidak hanya berfokus pada aspek kesejahteraan sosial, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu agar tetap mandiri dan produktif. Masa pensiun bukanlah masa untuk berhenti berkarya, melainkan kesempatan untuk menemukan makna baru dalam kehidupan, berbagi pengalaman, serta terus memberikan kontribusi bagi keluarga dan komunitas.
Foto bersama narasumber dan peserta seminar GKP Ebenhaezer, Cawang
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
.png)
3 hours ago
3











































