Mengapa Rambut Menipis Saat Tua? Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Pakar

5 hours ago 3

Rambut rontok ketika disisir (ilustrasi). Banyak wanita yang sebelumnya tidak memiliki masalah rambut tiba-tiba mengalami kerontokan yang terakselerasi saat memasuki masa menopause akibat fluktuasi hormon yang drastis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rambut yang tertinggal di sisir atau saluran pembuangan air mungkin tampak seperti masalah biasa, sampai suatu hari Anda menyadari belahan rambut di cermin tak lagi serapat dulu. Bagi banyak orang, momen ketika jari-jari merasakan kunciran rambut yang semakin tipis dan ringan adalah alarm yang merisaukan.

Penipisan ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan cara tubuh memberi tahu bahwa waktu sedang bekerja pada metabolisme kita dengan cara yang sangat nyata. Konsultan trikologis (ahli kesehatan rambut dan kulit kepala) sekaligus spesialis restorasi rambut PRP yang berbasis di West Sussex, Ruth Collis,mengatakan rambut merupakan salah satu barometer kesehatan tubuh. Memahami mengapa rambut menipis seiring bertambahnya usia adalah langkah pertama untuk menjaga mahkota tetap sehat pada masa senja.

Mengapa rambut menipis saat menua?

Salah satu faktor utama yang tidak bisa dihindari adalah perubahan hormon. Seiring bertambahnya usia, tubuh terpapar hormon dalam jangka waktu yang lebih lama. Jika seseorang memiliki sensitivitas terhadap hormon tertentu, hal ini dapat menyebabkan miniaturisasi rambut, kondisi di mana helai rambut tumbuh semakin halus dan pendek hingga akhirnya berhenti tumbuh.

“Hal ini bervariasi secara individual, tetapi sangat umum bagi wanita untuk menyadari kerontokan dan penipisan rambut di fase-fase kehidupan yang digerakkan oleh hormon, seperti saat mulai menstruasi, setelah melahirkan, hingga masa perimenopause dan menopause,” ujar Collis dikutip dari laman Independent pada Selasa (24/3/2026).

Banyak wanita yang sebelumnya tidak memiliki masalah rambut tiba-tiba mengalami kerontokan yang terakselerasi saat memasuki masa menopause akibat fluktuasi hormon yang drastis. Selain hormon, penurunan regenerasi sel juga memegang peranan penting.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |