REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi melayat ke tempat persemayaman mendiang Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum, di Gedung Olahraga (GOR) PB Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, pada Selasa (24/3/2026). Menurut Luthfi, dengan berpulangnya Bambang Hartono, Indonesia tak hanya kehilangan figur pengusaha, tapi juga tokoh nasional.
Saat melayat ke tempat persemayaman Bambang Hartono di GOR PB Djarum, Luthfi didampingi Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina. Mereka diterima oleh adik Bambang Hartono, yakni Robert Budi Hartono.
Pada kesempatan itu, Luthfi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Bambang Hartono. "Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah bersama seluruh masyarakat, khususnya wilayah Kudus, mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima,” katanya.
Dia mengaku merasa kehilangan, mengingat kontribusi besar yang sudah diberikan mendiang Bambang Hartono. Tidak hanya bagi dunia usaha, tapi juga masyarakat Jateng. “Kita sangat kehilangan tokoh nasional, pengusaha nasional dari wilayah kita. Ini menjadi duka yang mendalam,“ ujar Luthfi.
Luthfi kemudian menyinggung tentang berbagai program sosial yang disokong Djarum. Program mudik gratis yang diselenggarakan baru-baru ini, misalnya, Djarum termasuk salah satu pendukungnya.
“Hari ini sejak saya menjadi Gubernur, melalui Pak Bupati, program mudik gratis juga didukung Djarum. Termasuk pengembangan green economy, Djarum menjadi salah satu yang mendunia,” ucap Luthfi.
Pada Selasa, ratusan pelayat dari berbagai kalangan mendatangani GOR PB Djarum. Mereka hadir di sana untuk mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir kepada Michael Bambang Hartono.
Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Sebelum meninggal, dia sempat sakit karena usia lanjut. Bambang berpulang pada usia 86 tahun.
Dari Singapura, jenazah Bambang Hartono sempat disemayamkan di Grand Heaven Jakarta pada 20-22 Maret 2026. Jenazahnya kemudian disemayamkan kembali di GOR PB Djarum di Jati, Kudus, pada 22-25 Maret 2026. Bambang rencananya dimakamkan di Rembang pada Rabu (25/3/2026).
Sebagai pemilik Djarum Grup, Bambang Hartono merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Meski bisnisnya menggeliat ke berbagai sektor, Bambang dikenal sebagai filantropis dan pecinta olahraga. Melalui PB Djarum, ia turut berjasa atas lahirnya atlet-atlet bulu tangkis nasional yang berprestasi di kancah dunia.
PT Djarum juga memiliki Djarum Foundation yang menjalankan berbagai program sosial di bidang pendidikan, lingkungan, termasuk kebudayaan.
.png)
7 hours ago
8















































