REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah merasa heran mengapa rekomendasi video di media sosial terasa begitu “pas”, atau bagaimana aplikasi bisa menebak produk yang ingin dibeli? Di balik semua itu, ada peran data dan orang-orang yang mengolahnya menjadi keputusan strategis. Bidang tersebut dikenal sebagai Sains Data.
Bidang ini semakin relevan di era digital, di mana hampir setiap aktivitas manusia menghasilkan data, mulai dari belanja online, penggunaan media sosial, hingga layanan transportasi. Data inilah yang kemudian dimanfaatkan perusahaan, rumah sakit, hingga pemerintah untuk mengambil keputusan yang lebih akurat.
Namun, masih banyak siswa ragu memilih jurusan Sains Data karena menganggap harus mahir coding sejak awal. Padahal, anggapan ini tak sepenuhnya benar. Sains Data lebih berangkat dari rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta keinginan untuk memahami pola dan fenomena yang terjadi.
Ketua Prodi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menegaskan, siapa pun memiliki peluang untuk berkembang di bidang ini.
“Yang dibutuhkan bukan harus sudah ahli sejak awal, tetapi memiliki rasa ingin tahu, kemauan belajar, dan semangat untuk berkembang. Semua kompetensi bisa dipelajari secara bertahap,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (19/5/2026).
Di bangku kuliah, mahasiswa Prodi Sains Data akan mempelajari berbagai keterampilan penting, seperti pemrograman, analisis dan visualisasi data, Big Data, hingga kecerdasan buatan.
Semua dirancang agar mahasiswa mampu memahami masalah dan menghadirkan solusi berbasis data.
Menariknya, bidang ini terbuka untuk berbagai karakter. Tidak hanya yang kuat di logika, juga mereka yang memiliki kemampuan komunikasi, pemahaman bisnis, hingga kreativitas dalam menyajikan informasi. Kolaborasi kemampuan ini justru menjadi kekuatan utama di dunia kerja.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi” menghadirkan Program Studi Sains Data yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam proyek nyata, kolaborasi dengan mitra profesional, serta pengalaman praktis yang relevan,” paparnya.
UNM juga punya program Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset. Pendekatan ini memastikan mahasiswa memiliki kesiapan kerja bahkan sebelum lulus.
“Di tengah dunia yang semakin berbasis data, memilih jurusan bukan lagi soal tren, tetapi tentang kesiapan menghadapi masa depan. Bagi generasi muda yang memiliki rasa penasaran, suka menganalisis, dan tertarik dengan teknologi, Sains Data menjadi pilihan strategis yang menjanjikan,” tegasnya.
Saatnya berhenti ragu dan mulai ambil peluang. Bergabunglah bersama UNM dan ubah mimpi jadi prestasi sekarang juga.
.png)
5 days ago
18
















































