REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan perannya sebagai pencetak inovator muda melalui pengembangan Finture (Finance Future Capture). Finture adalah sebuah aplikasi Sistem Pencatatan Keuangan Pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu individu dan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara lebih mudah, cerdas, dan terstruktur.
Aplikasi Finture dikembangkan oleh tim mahasiswa Magister Informatika (S2) Universitas Nusa Mandiri yang terdiri dari Fenny Ayu Lestari, Rakha Dwi Ramadhan, Ismail Pamudji dan Ridho Robbi.
Finture hadir sebagai solusi atas persoalan klasik yang masih banyak dihadapi masyarakat, khususnya UMKM, mulai dari kesulitan mencatat keuangan secara konsisten, pencatatan manual yang rawan kesalahan, hingga rendahnya literasi finansial yang berdampak pada sulitnya mengontrol pengeluaran dan menabung.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan tabungan, memperoleh rekap laporan keuangan otomatis, menikmati analitik visual berupa grafik keuangan, serta mendapatkan insight dan rekomendasi pengelolaan keuangan berbasis AI secara real-time. Seluruh fitur tersebut dikemas dalam antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, termasuk bagi pengguna non-teknis.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Dia menilai Finture sebagai solusi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, Finture adalah contoh nyata inovasi mahasiswa yang menjawab persoalan riil di masyarakat, khususnya dalam pengelolaan keuangan pribadi dan UMKM.
"Dengan pendekatan berbasis AI dan visualisasi data yang mudah dipahami, aplikasi ini tidak hanya membantu mencatat, tetapi juga mendidik pengguna agar lebih bijak secara finansial. Nusa Mandiri Innovation Center akan terus mendorong karya-karya seperti ini agar berkembang hingga tahap komersialisasi dan dimanfaatkan lebih luas,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, NIC berperan sebagai inkubator inovasi mahasiswa, mulai dari tahap ide, pengembangan produk, penguatan model bisnis, hingga persiapan hilirisasi ke industri.
“Dari sisi potensi pasar, Finture menyasar puluhan juta pelaku UMKM dan pengguna layanan keuangan digital di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat,” katanya.
Ia menambahkan aplikasi ini juga dikembangkan dengan model bisnis freemium, di mana fitur dasar dapat digunakan secara gratis. Sementara itu, fitur analitik lanjutan tersedia melalui skema berlangganan.
“Dengan hadirnya Finture, UNM melalui NIC kembali memperkuat posisinya sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan solusi teknologi aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha,” kata dia.
.png)
2 hours ago
2










































