Luhut Sebut Trump Hormati Prabowo, Negosiasi Tarif Dijamin Aman

2 weeks ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis proses negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) berjalan aman, lantaran Presiden AS Donald Trump disebut menghormati Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya lihat hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Trump itu sudah sangat dekat. Dan saya dengar dari orang-orang di sekitarnya juga mengatakan dia (Trump) menghormati Presiden Prabowo,” kata Luhut kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Luhut mengakui masih ada beberapa masalah kecil dalam proses negosiasi. Namun, dia berpendapat kendala tersebut masih di bawah kendali Pemerintah Indonesia, yang negosiasinya dinakhodai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saya kira Pak Airlangga sudah bekerja keras dengan tim. Saya pikir (negosiasi) mereka nanti biarlah tetap di White House. Kita doakan saja,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto siap menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) bersama Presiden AS Donald Trump setelah penyusunan draf perjanjian (legal drafting) rampung.

Menko Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2), menyatakan akan ada penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat berbarengan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP).

Dalam perjanjian ini, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, serta kerja sama komersial lainnya.

Amerika Serikat berkomitmen memberi pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, di antaranya minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.

Adapun hingga saat ini, Indonesia masih dikenakan tarif resiprokal sebesar 19 persen.

Menurut Airlangga, tim perunding resiprokal telah melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesepakatan.

Pemerintah Indonesia masih menunggu keputusan akhir sebelum penandatanganan tarif resiprokal dilakukan.

"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 persen ke 19 persen, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," imbuhnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |