REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wajah semringah tampak dari para perantau yang bersiap kembali ke tempat kerja usai mudik Lebaran di halaman Balai Kota Yogyakarta, Senin (23/3/2026). Program "Balik Kerja Bareng BPKH 2026" yang kembali diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), menjadi rezeki bagi mereka untuk kembali ke perantauan tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang kian mahal.
Tahun ini merupakan tahun ke-4 penyelenggaraan program balik gratis tersebut. Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menjelaskan program ini merupakan bagian dari rangkaian Berkah Ramadhan 1447 H / 2026 M dan menjadi penutup dari enam rangkaian kegiatan kemaslahatan yang dilaksanakan selama bulan suci tersebut.
Adapun antusiasme masyarakat, disebutnya sangat luar biasa terhadap program ini, dengan jumlah pendaftar mencapai 2.743 orang. Namun tidak semua pendaftar dapat terakomodir karena alokasi di setiap titik hanya 675 peserta termasuk di Yogyakarta, hanya 675 peserta yang diberangkatkan menggunakan 15 bus eksekutif menuju wilayah Jabodetabek.
"Balik Kerja tahun ini adalah penyelenggaraan kali keempat. Atensi masyarakat luar biasa, selalu bertambah setiap tahunnya. Tahun ini, pendaftarannya lebih dari 400 persen dari kapasitas yang tersedia," kata Sulistyowati saat dijumpai di Kompleks Balai Kota Yogyakarta seusai pelepasan bus program Balik Kerja Bareng BPKH 2026, Senin (23/3/2026).
"Program Balik Kerja ini merupakan bentuk nyata distribusi nilai manfaat dari Dana Abadi Umat (DAU), yaitu dana yang berasal dari efisiensi penyelenggaraan haji sebelum BPKH berdiri. Kami tegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah, sehingga pokok dana jemaah tetap terjaga dan dikelola secara syariah," ucapnya menambahkan.
Pemisahan fungsi ini dilakukan sesuai amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 untuk memastikan pengelolaan keuangan haji dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi kemaslahatan umat.
Secara nasional, program ini dilaksanakan di empat titik keberangkatan, yaitu Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Lampung, dengan total 60 bus eksekutif dan target 2.700 penerima manfaat. Total pendaftar program ini mencapai lebih dari 11 ribu orang.
Sementara itu, CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha mengatakan, sejak berdirinya BPKH, Rumah Zakat mendapat amanah sebagai mitra kemaslahatan. Lembaga amil zakat nasional ini ditunjuk untuk menjalankan program-program kemaslahatan dari BPKH. Program itu dibiayai dari nilai manfaat dana abadi umat. Pihaknya bertugas mulai dari perencanaan, survei, mengusulkan program sampai dengan implementasi dan pelaporan agar program kemaslahatan tersebut akuntabel, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Rumah Zakat bersyukur dipilih menjadi mitra kemaslahatan BPKH. Salah satu tugas saat ini adalah menyiapkan program Balik Kerja BPKH dari Yogyakarta," ungkap Irvan.
Persiapan program Balik Kerja sudah dilakukan sejak bulan Ramadhan, mulai dari cek calon peserta agar tepat sasaran, menginformasikan kehadiran, menyiapkan perlengkapan, dan pemeriksaan kesehatan. Ada relawan yang mendampingi di bus untuk memastikan sampai tujuan. "Rumah Zakat baru tahun ini ditugaskan untuk program Balik Kerja Bareng BPKH. Alhamdulillah kita dapat menjalankan dengan baik sampai ke pemberangkatan, dan kita akan terus kawal sampai tujuan," ujarnya.
Salah satu peserta, Ngainur Rofik, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Dia yang akan kembali bekerja ke Bekasi menyebut biaya perjalanan darat saat ini cukup tinggi, sehingga program ini sangat meringankan beban.
"Program ini tentunya membantu ya bagi saya. Dengan adanya program ini, saya bisa menghemat biaya. Terimakasih BPKH telah mengadakan program balik kerja, mudah mudahan berkah," ujarnya.
Rofik mengungkapkan, ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti program serupa. Berdasarkan perhitungan, biaya tiket bus saat ini hampir mencapai Rp500 ribu per orang. Ia pun bisa menghemat lebih besar saat mengikuti program ini.
"Kebetulan ini kedua kalinya ikut program BPKH. Kalau dilihat estimasi biaya bis, saat ini lumayan hampir Rp 500 ribu. Bisa menghemat kurang lebih Rp 800 ribu. Alhamdulilah," katanya.
Cerita serupa datang dari Danik, warga Kretek, Bantul, yang bekerja di Tangerang. Ia baru pertama kali mengikuti program ini dan langsung merasakan manfaatnya, terutama karena berangkat bersama keluarganya.
"Baru kali ini ikut. Kita ikuti Instagramnya BPKH, kita ikuti kapan pendaftarannya, isi link sudah. Iya gratis, full di-cover," katanya.
Danik berangkat bersama tiga anggota keluarganya. Dia memperkirakan biaya perjalanan akan cukup besar jika harus membeli tiket sendiri. Harapannya, program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Hemat, seru juga, bisa membantu biaya transportasi. Kami berempat, kalau sekarang tiket hampir Rp 500 ribu, jadi bisa menghemat banyak. Semoga di tahun depan seperti ini ada lagi, kemudian yang lain bisa menghadirkan program balik gratis," ujarnya.
.png)
11 hours ago
2

















































