Lifter putri Jawa Barat Windy Cantika mengangkat beban pada kelas 49 kg PON Papua di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/10/2021). Menurut studi, latihan kekuatan (strength training) selama dua jam per pekan dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung perempuan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, olahraga kardio seperti berjalan, berlari, atau bersepeda sering dikaitkan dengan kesehatan jantung. Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa latihan kekuatan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menemukan bahwa latihan kekuatan (strength training) selama dua jam per pekan dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung perempuan. Salah satunya bisa menurunkan risiko serangan jantung. Penelitian tersebut melibatkan 117.025 perempuan yang diamati selama rata-rata 14,5 tahun. Selama periode penelitian, aktivitas fisik dan kondisi kesehatan jantung para peserta dievaluasi setiap empat tahun.
"Kami menemukan bahwa wanita yang melakukan latihan beban memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan serangan jantung daripada wanita yang tidak melakukan latihan beban sama sekali," kata Tianyue Zhang, peneliti sekaligus ilmuwan tamu di Harvard, seperti dilansir laman Very Well Health, Jumat (24/7/2026).
Hasil studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan perempuan yang tidak melakukan latihan kekuatan, perempuan yang melakukan latihan tersebut selama dua jam atau lebih setiap pekan memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular. Hasil ini tetap berlaku bahkan setelah memperhitungkan gaya hidup dan kesehatan peserta secara keseluruhan.
Para peneliti juga menemukan bahwa manfaatnya meningkat seiring bertambahnya durasi latihan. Setiap tambahan satu jam latihan resistensi per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 5 persen.
"Secara keseluruhan, menambahkan latihan kekuatan di samping olahraga aerobik rutin seperti berjalan atau berlari berkaitan dengan kondisi kesehatan jantung yang lebih baik," kata Zhang.
Salah satu temuan paling signifikan dalam penelitian ini adalah dampaknya terhadap risiko serangan jantung. Perempuan yang melakukan latihan resistensi setidaknya dua jam per pekan memiliki risiko mengalami serangan jantung 44 persen lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak melakukan latihan kekuatan.
.png)
1 hour ago
1

















































