Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum untuk memperbanyak shalawat dan mengenang perjuangan Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengukur sejauh mana kecintaan kepada Nabi telah diwujudkan dalam ketaatan dan akhlak sehari-hari.
Rais Syuriah PBNU KH M Cholil Nafis mengatakan kualitas keimanan seorang Muslim tidak cukup diukur dari pengakuan secara lisan. Keimanan harus tercermin melalui ucapan dan perbuatan yang memberikan rasa aman, kedamaian, dan ketenangan bagi orang lain.
"Mari kita tingkatkan diri menjadi orang yang beriman, mengikuti Nabi. Karena Nabi mengatakan, orang mukmin itu dapat dilihat sejatinya dari ucapan dan tindakannya yang menyelamatkan orang lain, membuat orang lain damai, dan membuat orang lain tenang," ujar Kiai Cholil dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini menjelaskan, perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut antara lain diwujudkan dengan memperbanyak shalawat dan menyebut nama Nabi sebagai bentuk penghormatan.
Namun, Kiai Cholil mengingatkan agar kecintaan tersebut tidak berhenti pada perayaan seremonial. Menurutnya, cinta kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan melaksanakan perintah Nabi dan menjauhi larangannya.
"Jadi Maulid Nabi itu memperbanyak sholawat, menyebut Nabi sebagai ungkapan mahabbah, ungkapan cinta. Dan tidak boleh hanya berhenti di situ, harus dilanjutkan dengan bagaimana kita bisa melaksanakan perintah Nabi. Itu adalah implementasi dari cinta. Mengikuti perintah Nabi, menjauhi larangannya," ucapnya.
Wakil Ketua Umum MUI ini menambahkan, kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah SAW seharusnya melahirkan akhlak mulia dan perangai yang ikhlas. Karena itu, peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah.
.png)
54 minutes ago
1














































