2.000 Anak PAUD-TK Unjuk Gerak dan Kreativitas di Lomba Gerak Cermat Frisian Flag-PKK Kota Yogya

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekitar 2.000 anak pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK di Kota Yogyakarta mengikuti Lomba Gerak Cermat Frisian Flag yang diselenggarakan Frisian Flag Indonesia bersama Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus mengajak anak-anak untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik sejak usia dini.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi gelaran tersebut. Dia mendorong kegiatan itu tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperhatikan aspek perkembangan anak. Menurutnya, selama ini pemantauan tumbuh kembang anak lebih banyak berfokus pada aspek pertumbuhan fisik seperti berat dan tinggi badan.

"Sebetulnya kan generasi muda itu butuh diukur tumbuh kembangnya. Sementara kita ini baru mengukur pertumbuhan tapi kurang mengukur perkembangannya," kata Hasto saat diwawancara di sela-sela acara Lomba Gerak Cermat yang diselenggarakan di Graha Wana Bhakti Yasa, Rabu (26/8/2026).

Hasto menilai, aktivitas gerak cermat dapat menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan kemampuan motorik anak. Karena itu, ia berharap kegiatan yang melibatkan anak PAUD dan TK tidak hanya bersifat hiburan atau kompetisi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perkembangan anak.

"Jangan hanya mengukur pertumbuhan atau mengkompetisikan pertumbuhan. Iya. Kalau sementara ini tinggi badan, berat badan yang diukur di Posyandu-Posyandu bagi saya itu masih pertumbuhan, belum perkembangan. Pesan saya dalam forum seperti ini, lakukanlah pengukuran perkembangan. Dan mungkin guru-guru PAUD, guru-guru TK ini harus tahu bahwa anak saya itu perkembangannya bagus enggak," ujarnya.

Menurut Hasto, aspek perkembangan yang perlu diperhatikan tidak hanya kemampuan motorik, tetapi juga kecerdasan dan kemampuan komunikasi anak. Misalnya, kemampuan mengenali warna hingga mendeteksi kemungkinan keterlambatan bicara atau speech delay.

"Dia tahu berat badannya, tapi enggak tahu kemampuan dia mengenal warna misalnya. Itu yang sederhana saja. Bagaimana yang mengalami speech delay, artinya keterlambatan dalam bicara," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Dr Dwi Kisworo Setyowireni, mengatakan kegiatan yang melibatkan anak sejak dini penting untuk membangun keberanian dan kesehatan mental. Kompetisi yang dikemas dalam suasana menyenangkan dinilai dapat melatih anak untuk berani tampil di depan orang lain.

"Lewat kegiatan ini, kesehatan mental akan terpacu, anak-anak jadi berani, berani tampil ini jadi suatu hal yang luar biasa," ujarnya.

Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, menambahkan bahwa para peserta kegiatan berasal dari sekitar 61 satuan pendidikan, mulai dari Satuan PAUD Sejenis (SPS), Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Yogyakarta. Lomba dikemas dengan berbagai aktivitas menyenangkan yang mendorong anak untuk aktif bergerak, berani tampil, sekaligus mengembangkan kreativitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi berdasarkan kelompok usia peserta.

"Alhamdulillah (acara Lomba Gerak Cermat -Red) ini melibatkan 2.000 peserta yang terdiri dari anak-anak SPS, anak-anak TPA, KB, tingkat anak-anak TK se-Kota Yogyakarta," kata Hafsah.

Dalam perlombaan tersebut, anak-anak mengikuti gerakan yang telah ditentukan Frisian Flag Indonesia dengan iringan lagu pendukung. Penilaian meliputi ketepatan gerakan dan kreativitas kostum yang digunakan peserta. Menariknya, kostum peserta juga menjadi bagian dari kreativitas yang dinilai. Anak-anak menggunakan kemasan produk Frisian Flag sebagai aksesori lomba. Kemasan tersebut berasal dari produk susu yang diterima peserta sebelum mengikuti kegiatan.

"Yang dinilai itu yang pertama adalah ketepatan gerak, yang kedua adalah kreativitas dalam mereka menggunakan kostum," ujarnya.

Hafsah juga menyampaikan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak. Salah satunya melalui aktivitas olahraga yang dilakukan dengan cara menyenangkan sehingga anak tidak merasa sedang menjalani aktivitas yang berat.

"Outputnya yang pertama adalah bagaimana mereka bisa menciptakan kreativitas khususnya untuk anak-anak berkaitan dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Salah satunya adalah olahraga," katanya.

Sementara itu, Regional Sales Manager General Trade South Central Java Frisian Flag Indonesia, Endah Tugiyati, menjelaskan Gerak Cermat Frisian Flag Indonesia merupakan bagian dari upaya mengajak anak-anak membangun kebiasaan sehat melalui kombinasi aktivitas fisik, bermain, belajar, dan konsumsi makanan bergizi.

Program tersebut digelar di lima kota besar dan melibatkan lebih dari 10 ribure anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, Frisian Flag berharap kebiasaan hidup aktif dan sehat dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, mengingat masa usia dini merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak.

Pada fase tersebut, anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bergerak aktif, bermain, berinteraksi, dan belajar.

"Kami percaya bahwa mendampingi anak-anak untuk tumbuh optimal tidak hanya melalui program nutrisi saja, tetapi juga melakukan kegiatan komunikasi dan kegiatan yang mendorong gaya hidup sehat," ujarnya.

"Mari bersama-sama menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, aktif, dan cerdas dan siap menghadapi masa depan," katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |