Laga Krusial Lawan Belgia, Iran Khawatir Soal Waktu Adaptasi

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TIJUANA – Tim nasional Iran menyuarakan kekhawatiran terkait minimnya waktu adaptasi menjelang laga krusial melawan Belgia di Piala Dunia 2026. Duel tersebut bakal berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menilai aturan perjalanan yang diterapkan penyelenggara berpotensi mengganggu persiapan teknis tim. Juru bicara FFIRI menyebut skuad polesan Amir Ghalenoei telah menyerahkan jadwal persiapan sejak jauh hari, namun tetap menghadapi pembatasan mobilitas yang memengaruhi rencana staf pelatih.

“Meski telah menyerahkan jadwal persiapan turnamen jauh-jauh hari, tim nasional sepak bola Iran kembali menghadapi pembatasan yang diberlakukan oleh penyelenggara, yang memengaruhi pelaksanaan rencana staf teknis,” ujar juru bicara federasi, seperti dikutip republika.co.id dari france24.com, Jumat (19/6/2026).

Iran dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari kamp latihan di Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles hanya dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia. Namun, permintaan untuk datang lebih awal ditolak oleh pihak penyelenggara.

Federasi Iran menilai waktu kedatangan yang sangat mepet membuat pemain tidak memiliki cukup ruang untuk beradaptasi dengan kondisi pertandingan, termasuk cuaca, jadwal latihan, dan pemulihan fisik. “Tujuannya adalah memberi cukup waktu bagi pemain untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pertandingan, menyelesaikan sesi latihan terakhir, dan mematangkan persiapan,” kata juru bicara tersebut.

Di sisi lain, Team Melli juga mengeluhkan aturan keberangkatan yang mengharuskan merela meninggalkan lokasi pertandingan pada malam hari setelah laga selesai. Situasi itu menambah tekanan pada agenda pemulihan pemain. Pertandingan melawan Belgia sendiri menjadi laga penting bagi Mehdi Taremi dan rekan-rekan dalam upaya menjaga peluang lolos dari fase grup.

Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat melalui Andrew Giuliani membantah adanya perlakuan khusus terhadap Iran. Ia menegaskan seluruh tim peserta mengikuti aturan yang sama terkait jadwal masuk dan keluar negara.

“Mereka akan diizinkan masuk, match day minus one, jadi sehari sebelum pertandingan,” kata Giuliani kepada CBS News. “Mereka akan diminta meninggalkan negara pada hari pertandingan selesai.”

Giuliani menambahkan, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada laga terakhir Iran di fase grup melawan Mesir di Seattle. Dengan aturan tersebut, anak asuh Ghalenoei kini menghadapi tantangan tambahan di luar lapangan, yakni memaksimalkan persiapan dalam waktu yang sangat terbatas sebelum menghadapi Belgia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |