Kuliah Malam di UBSI Karawang, Juandri Buktikan Pekerja Shift Tetap Bisa Raih Gelar Sarjana

3 weeks ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG - Juandri Arsyadil Afkar, mahasiswa semester 4 Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang sekaligus Operator CBU di PT Honda Prospect Motor, membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti bertumbuh. Di tengah ritme kerja industri manufaktur yang menuntut fisik dan disiplin tinggi, ia konsisten menjalani perkuliahan kelas malam sebagai bagian dari strategi meningkatkan kompetensi dan masa depan karir.

Pilihan menjalani kuliah sambil bekerja di kelas karyawan UBSI kampus Karawang sudah ia tetapkan sejak awal masa studi. Keputusan itu didorong kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan karier sekaligus memperkuat fondasi akademik. Pengalaman Juandri merepresentasikan realitas banyak pekerja muda di Karawang yang berupaya menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan pendidikan tinggi.

Sebelum menentukan kampus, Juandri melakukan riset dan perbandingan dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Karawang dan Cikampek. Ketersediaan Prodi Akuntansi dengan kelas malam menjadi faktor utama, ditambah pertimbangan biaya kuliah yang terjangkau serta mutu pembelajaran yang dinilainya kompetitif.

“Jujur kenapa harus UBSI, karena waktu itu cuma di UBSI yang ada jurusan akuntansi dan menyediakan kelas malam. Selain itu setelah riset dan bandingin dengan kampus lain, biaya perkuliahannya lebih murah dan kualitasnya enggak kalah,” ujar Juandri dalam keterangan rilis, Rabu (11/2/2026).

Menjalani dua peran sebagai pekerja dan mahasiswa bukan hal ringan. Juandri mengakui rasa lelah kerap muncul, terutama ketika jadwal kerja shift bertemu dengan tenggat tugas kuliah. Manajemen waktu menjadi kunci utama. Dalam kondisi tertentu, ia harus mengurangi waktu istirahat agar seluruh tanggung jawab tetap berjalan.

“Capek itu manusiawi, apalagi kalau tugas dari beberapa mata kuliah deadline-nya barengan. Kadang harus ngurangin waktu tidur supaya tugas aman dan besoknya tetap bisa kerja seperti biasa,” katanya.

Kesadaran atas konsekuensi kuliah sambil bekerja membuatnya tetap bertahan dan konsisten melanjutkan studi. Sistem perkuliahan kelas malam di UBSI kampus Karawang turut menjadi faktor pendukung. Juandri merasakan manfaat mekanisme AJM yang memungkinkan mahasiswa kelas malam mengikuti perkuliahan di kelas pagi melalui prosedur akademik tertentu ketika jadwal kerja tidak memungkinkan hadir malam hari.

“Buat saya ngebantu banget, karena kerja saya dua shift. Kalau lagi enggak bisa masuk kelas malam, ada sistem AJM yang bikin tetap bisa ikut perkuliahan. Itu solusi yang realistis buat pekerja,” kata dia.

Walau pekerjaannya sebagai operator tidak berkaitan langsung dengan Akuntansi, pengalaman kerja memberi dampak pada cara berpikir dan kebiasaan belajarnya. Ketelitian, disiplin, dan kemampuan menangani banyak tugas sekaligus menjadi modal penting saat memahami materi perkuliahan.

“Kalau secara langsung enggak ada hubungannya, tapi dari cara berpikir dan kebiasaan kerja yang harus teliti, itu ngebantu pas kuliah Akuntansi,” kata dia.

Juandri membagikan pesan bagi pekerja yang ingin kuliah kelas karyawan di Karawang. Ia menekankan kesiapan mental dan tujuan jangka panjang sebagai penopang utama.

“Harus siap capek dan kurang tidur. Tapi ingat, tujuan kita adalah uang dan pendidikan yang terbaik. Capek itu normal, tapi semua perjuangan ini pasti ada hasilnya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai,” ucapnya.

Kisah Juandri menjadi gambaran bagaimana UBSI kampus Karawang memberi akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa pekerja melalui sistem kelas malam dan kelas karyawan yang adaptif. Informasi pendaftaran dan pilihan jalur masuk dapat diakses melalui laman resmi PMB UBSI di https://pmbubsi.id/pmb bagi calon mahasiswa yang ingin mulai merancang langkah kuliah sambil bekerja secara terukur.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |