Tim SAR gabungan dengan dukungan alat berat terus melakukan pencarian korban dan mengamankan barang berharga milik warga yang tertimbun longsor, di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1/2026). Sementara, sebanyak 25 jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan lumpur sisa longsor. Puluhan lainnya yang dinyatakan hilang masih terus dicari di tengah cuaca buruk.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan anak-anak dari prajurit Marinir yang gugur karena bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat mendapatkan beasiswa dan bisa masuk TNI. Sebanyak 23 anggota TNI AL dilaporkan ikut menjadi korban longsor Cisarua.
"TNI AL memberikan beasiswa kepada putra putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," kata Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurut Ali, itu adalah bagian dari hak yang harus diberikan TNI AL kepada keluarga prajurit yang telah gugur dalam tugas. Tidak hanya itu, Ali memastikan pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga para prajurit yang telah gugur.
Ali menjelaskan, hingga Rabu (28/1/2026) tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah mengevakuasi lima jenazah prajurit. Lima prajurit itu terdiri dari Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.
Ke lima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer. Sedangkan untuk 18 prajurit lain yang menjadi korban longsor masih dicari oleh tim SAR dan personel TNI AL.
Hingga hari ini, lanjut Ali, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir untuk membantu proses evakuasi. Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor.
Dengan adanya upaya pencarian tersebut, Ali berharap ke-18 personel Marinir bisa ditemukan secepatanya.
sumber : Antara
.png)
4 hours ago
3














































