REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Korlantas Polri menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas berlapis untuk mengantisipasi arus balik Lebaran 2026. Skema tersebut disusun berdasarkan pemetaan pergerakan kendaraan serta evaluasi arus mudik yang menunjukkan peningkatan mobilitas signifikan.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, distribusi arus kendaraan saat arus balik akan didominasi kendaraan menuju Trans Jawa sekitar 66 persen, sedangkan 33 persen mengarah ke wilayah Jawa Barat. Komposisi ini menjadi dasar pengaturan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bertahap.
“Dari Trans Jawa kurang lebih hampir 66 persen. Ini yang harus kita kelola,” kata Agus di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Ahad (22/3/2026).
Korlantas mulai menyiapkan pengelolaan arus sejak H+1 Lebaran dengan mengantisipasi pergerakan aglomerasi dari sejumlah kawasan. Pergerakan lokal dari Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, Malang Raya, hingga Bali diprediksi meningkat dan berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.
Pengamanan dilakukan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di seluruh wilayah Polda. Petugas disiagakan untuk mengawal pergerakan kendaraan, termasuk di jalur menuju destinasi wisata dan pelabuhan penyeberangan.
“Antisipasi setelah H+1 Lebaran, aglomerasi dari Solo Raya, Semarang Raya, termasuk Jabodetabek, Bali, dan Malang Raya sudah kami siapkan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di masing-masing Polda,” ujar Agus.
Untuk mengurai kepadatan dari arah Jawa Barat, Korlantas mengandalkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang telah diuji coba. Ruas tersebut direncanakan dibuka saat puncak arus balik untuk memecah konsentrasi kendaraan.
Langkah ini dipadukan dengan pengelolaan jalur alternatif seperti Bocimi guna memperlancar distribusi arus kendaraan menuju Jakarta dan sekitarnya. Pengaturan dilakukan menyesuaikan kondisi lapangan dan volume lalu lintas.
“Dari Jawa Barat, solusinya cukup strategis karena Japek II Selatan sudah kami uji coba,” ucap Agus.
Rekayasa lalu lintas juga disiapkan dalam bentuk one way lokal yang diterapkan bertahap. Skema awal direncanakan dari KM 414 hingga KM 70, dengan kemungkinan diperpanjang mengikuti dinamika arus kendaraan di lapangan.
Korlantas juga menyiapkan contraflow di ruas mendekati Jakarta, terutama di titik penyempitan yang berpotensi memicu kepadatan. Penentuan penerapan contraflow bergantung pada hasil pemantauan traffic counting secara real time.
“Bila diperlukan, mulai 23 Maret kami lakukan one way lokal tahap pertama dari KM 414 menuju KM 70,” kata Agus.
Pengalaman arus mudik menjadi pijakan dalam menyusun strategi arus balik. Volume kendaraan tercatat meningkat dari 258 ribu menjadi 270 ribu pada puncak arus mudik Rabu (18/3/2026), sehingga pengaturan lalu lintas disiapkan lebih adaptif dan responsif.
Korlantas juga mencatat kondisi keamanan dan keselamatan lalu lintas selama periode mudik hingga hari kedelapan Operasi Ketupat dalam keadaan terkendali. Angka kecelakaan dan fatalitas menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peristiwa kecelakaan dengan fatalitas korban meninggal dunia turun 27 persen,” ujar Agus.
Pengawasan di kawasan wisata ikut diperketat untuk mengantisipasi kemacetan akibat parkir liar. Pengelolaan kantong parkir dan alur kendaraan dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Korlantas memastikan seluruh strategi berjalan terpadu untuk menjaga kelancaran arus balik Lebaran. Pengendalian dilakukan dinamis mengikuti perkembangan lalu lintas di lapangan.
.png)
8 hours ago
5















































