Koperasi Merah Putih Mulai Garap Bisnis Kopi, Bidik Pasar Anak Muda untuk Perkuat Ekonomi Lokal

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Koperasi Merah Putih mulai mencari cara untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui unit usaha yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan tren konsumsi kopi yang terus tumbuh, sekaligus menjadikan kedai kopi sebagai pintu masuk menarik minat generasi muda terhadap gerakan koperasi.

Langkah tersebut dilakukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cangakan, Kabupaten Karanganyar, yang membuka unit usaha kedai kopi bernama Kopi Desa Merah Putih (KADEMPE). Meski belum memiliki gerai koperasi permanen, pengurus memilih memulai usaha dari sekretariat koperasi yang berada di samping Kantor Kelurahan Cangakan.

Ketua KKMP Cangakan Sigit Danang Jaya mengatakan modal pendirian usaha tersebut sepenuhnya berasal dari swadaya para pendiri koperasi. Sebanyak 75 orang menjadi perintis berdirinya koperasi di tingkat kelurahan tersebut.

Menurut Sigit, bisnis kopi dipilih karena memiliki pasar yang luas dan terus berkembang di berbagai kalangan masyarakat.

"Karena itu kami memilih kopi sebagai salah satu alternatif untuk mengembangkan unit usaha KKMP Cangakan," kata Sigit, Rabu (8/7/2026).

Ia menilai menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Karanganyar menunjukkan minuman tersebut memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Melalui unit usaha itu, koperasi berharap dapat membangun sumber pendapatan sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda.

Ke depan, kata Sigit, koperasi juga akan terus mengembangkan unit usaha lain dengan mengacu pada program pemerintah serta menggali potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi bisnis koperasi.

Selain itu, pihaknya berharap KKMP Cangakan dapat memiliki gerai koperasi permanen beserta dukungan sarana operasional untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas Ketua Dewan Koperasi Kabupaten Karanganyar Muhammad Maksum menilai langkah KKMP Cangakan dapat menjadi contoh pengembangan koperasi yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Menurut dia, usaha kedai kopi berpotensi menjadi sarana untuk mendekatkan koperasi kepada generasi muda sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

"Harapannya bisa menjadi penopang ekonomi di Kelurahan Cangakan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan," ujar Maksum.

Ia menambahkan, bahan baku kopi yang digunakan saat ini masih didatangkan dari luar daerah. Namun, koperasi memiliki peluang untuk membangun kemitraan dengan petani kopi lokal sehingga rantai pasok usaha dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Kabupaten Karanganyar.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |