Khitanan Massal di Jakarta Raih Rekor Muri, Pesertanya Lebih dari 2.000 Orang

5 days ago 23

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khitanan massal gratis yang digelar Tim Penggerak PKK DKI Jakarta dan PAM Jaya di berbagai wilayah ibu kota meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Penghargaan itu diberikan untuk kategori Khitan dengan Metode Klem secara Seri Peserta Terbanyak dengan jumlah peserta sebanyak 2.067 orang.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan kegiatan itu salah satu perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di momen HUT ke-499 Kota Jakarta. Sebagai BUMD DKI Jakarta, PAM Jaya dinilai tidak melulu memberikan layanan air minum perpipaan, tapi juga melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kami bersyukur program ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap khitanan massal dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak Jakarta," kata dia, Rabu (8/7/2026).

Diketahui, program khitanan massal gratis itu diinisiasi PAM Jaya melalui program CSR. Kegiatan itu dilaksanakan Daya Wanita PAM Jaya bersama TP PKK DKI Jakarta Tim Penggerak PKK DKI Jakarta dan melibatkan Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ).

Kegiatan itu mulai dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan menjangkau seluruh wilayah DKI Jakarta. Dari target sebanyak 2.000 peserta anak usia 5 hingga 12 tahun, program itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dengan total pendaftar mencapai 2.445 peserta.

Berdasarkan pelaksanaannya di setiap wilayah, jumlah peserta tercatat sebanyak 296 peserta di Jakarta Timur, 488 peserta di Jakarta Barat, 577 peserta di Jakarta Selatan, 399 peserta di Jakarta Utara, 43 peserta di Kepulauan Seribu, dan 264 peserta di Jakarta Pusat.

Arif menilai, adanya penghargaan dari Muri menjadi apresiasi atas komitmen PAM Jaya dalam menghadirkan program sosial yang menjangkau masyarakat luas. Lebih dari sekadar pencapaian rekor, kegiatan itu diharapkan dapat menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dalam mendukung kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus Jakarta.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengapresiasi kegiatan yang digelar PAM Jaya. Ia berharap, kegiatan serupa bisa kembali digelar pada tahun depan dalam momentum lima abad Kota Jakarta.

"Karena dari saya berdiskusi dengan masyarakat yang anak-anaknya hari ini apa, ikut dalam khitanan massal, mereka menyambut sangat baik. Maka untuk itu, tadi saya sudah memutuskan bersama dengan Bapak Wakil Gubernur, untuk menyambut lima abad tahun depan, khitanan massal di DKI Jakarta saya minta kepada PAM Jaya untuk menyiapkan 5.000 anak," kata Pramono.

Meski begitu, Pramono meminta PAM Jaya menyiapkan kegiatan itu dengan baik. Pasalnya, bukan urusan mudah melakukan khitanan kepada 5.000 anak dalam satu periode waktu.

"Mudah-mudahan dalam rangka menyambut lima abad kita bisa 5.000 khitanan massal, sekaligus lima hari berturut-turut memberikan pembebasan kepada masyarakat yang akan memanfaatkan liburan di Jakarta," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |