Kartu Nusuk Jamaah Haji Terdeteksi Merah, Ini Dugaan Sementara Penyebabnya

5 days ago 18

Petugas syarikah menyiapkan kartu Nusuk yang akan dibagikan kepada jamaah calon haji Indonesia Kloter 32 UPG di Hotel Al Sadoon 1, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (24/5/2025). Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief menyatakan progres penerbitan Nusuk mengalami lonjakan signifikan dan hingga Sabtu (23/5) telah mencapai lebih dari 90 persen.

Oleh: Fernan Rahadi, jurnalis Republika.co.id, langsung dari Makkah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Permasalahan kartu Nusuk yang terdeteksi merah saat dipindai aparat keamanan Arab Saudi mulai menemukan titik terang.

Pemerintah Indonesia bersama Kementerian Haji Arab Saudi dan pihak syarikah Rakeen menemukan dugaan kuat bahwa persoalan tersebut dipicu oleh data ganda jamaah dalam sistem.

Menurut Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, kasus tersebut banyak dialami teman-teman jurnalis yang sebelumnya sempat mengalami kehilangan data setelah visa terbit.

Saat itu, petugas diminta memasukkan ulang data jamaah sehingga sistem membaca adanya dua identitas berbeda.

“Waktu itu teman-teman MCH sudah keluar visa, lalu datanya sempat hilang. Karena hilang, kami diminta memasukkan lagi datanya. Akhirnya di sistem terbaca dua kali,” kata Chandra saat bertandang ke Media Center Haji (MCH) Makkah beberapa waktu lalu.

Akibatnya, saat kartu Nusuk dipindai oleh aparat keamanan Arab Saudi, sistem mereka menampilkan indikator merah meskipun di sistem internal Indonesia status jamaah sebenarnya aman.

“Kalau di sistem kita hijau. Tetapi karena ada dua data, akhirnya di sistem polisi terbaca merah,” ujarnya.

Chandra menjelaskan, hampir seluruh kasus kartu Nusuk bermasalah yang ditemukan sejauh ini memiliki pola serupa, yakni data jamaah pernah diinput ulang setelah terjadi kehilangan data.

Bahkan, saat pemeriksaan berlangsung, aparat keamanan Arab Saudi sempat menyampaikan bahwa terdapat dua identitas dalam data jamaah yang bersangkutan.

“Polisi sempat bilang ada dua identitas. Itu karena datanya pernah hilang lalu dimasukkan lagi dengan data yang sama,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |