REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah pengguna LRT Jabodebek terus menunjukkan tren peningkatan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, layanan transportasi perkotaan tersebut melayani 13,21 juta pengguna atau meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 10,72 juta pengguna.
Seiring meningkatnya jumlah penumpang, KAI melakukan berbagai peningkatan fasilitas di sejumlah stasiun LRT Jabodebek guna menjaga keamanan, kenyamanan, dan keandalan layanan bagi masyarakat.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan peningkatan fasilitas menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas layanan transportasi publik yang aman dan terintegrasi.
Menurut dia, keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan maupun peningkatan fasilitas selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna dan petugas.
"Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan," ujar Radhitya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/6/2026).
Sepanjang 2026, KAI melakukan sejumlah pekerjaan peningkatan fasilitas di berbagai stasiun LRT Jabodebek. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui optimalisasi sistem penerangan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Pancoran, area pintu masuk dan JPO Stasiun Kuningan, area JPO dan lift Stasiun Rasuna Said, serta penambahan pendingin udara di area concourse Stasiun Dukuh Atas.
Selain itu, KAI juga melakukan program peremajaan lift dan eskalator di sejumlah stasiun seperti Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1. Pekerjaan tersebut mencakup penggantian berbagai komponen utama untuk menjaga keandalan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari.
Perawatan korektif waterproofing atap juga dilakukan di seluruh stasiun LRT Jabodebek guna memastikan fasilitas tetap berfungsi optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
Radhitya mengatakan keberadaan fasilitas yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung pengalaman perjalanan pengguna, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi.
Ia menjelaskan rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja juga mengalami peningkatan dari sekitar 98 ribu pengguna pada periode Januari-Mei 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode yang sama tahun ini.
Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran LRT Jabodebek dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.
"LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat," kata Radhitya.
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
2










































