Kadin Dorong Penguatan Kerja Sama Investasi dengan Cina dan Hong Kong

3 weeks ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kerja sama dagang dan investasi antara Indonesia dengan Cina dan Hong Kong di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kemitraan tersebut dinilai strategis untuk mendukung agenda industrialisasi, hilirisasi, serta penguatan rantai pasok regional.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kadin Indonesia Shinta Kamdani mengatakan, salah satu upaya penguatan kemitraan itu dilakukan dengan menggelar forum China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026. Acara ini diselenggarakan South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia dan Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

“Forum ini bukan sekadar promosi, tetapi membuka peluang kolaborasi konkret, baik dari sisi perdagangan maupun investasi,” kata Shinta.

Menurut Shinta, pembahasan dalam forum tersebut mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari industrialisasi, hilirisasi, digitalisasi, hingga peningkatan partisipasi sektor swasta dalam transisi energi. Ia menilai forum internasional semacam ini penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial dari Cina dan Hong Kong.

Dalam konteks global yang masih diliputi ketidakpastian, Shinta menyebut penguatan kepercayaan dan kerja sama bilateral menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. “Indonesia melihat peluang untuk memperluas kemitraan bisnis, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Cina dan Hong Kong,” ujarnya.

Shinta yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan, Cina dan Hong Kong termasuk kontributor terbesar realisasi investasi asing di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, forum-forum internasional seperti Belt and Road Summit di Hong Kong dinilai membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam proyek infrastruktur dan rantai pasok regional maupun global.

Sementara itu, Publisher South China Morning Post Tammy Tam menyoroti potensi ekonomi Indonesia yang besar, termasuk target pertumbuhan ekonomi yang ambisius serta komitmen pemerintah terhadap reformasi dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, faktor demografi juga menjadi daya tarik utama Indonesia.

Tammy menambahkan, Hong Kong memiliki peran strategis sebagai penghubung antara perusahaan Cina dan pasar Asia Tenggara. Hong Kong juga menjadi satu-satunya wilayah di Cina yang telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan seluruh negara ASEAN.

“Kami melihat Hong Kong dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan perusahaan Cina dan Hong Kong dengan mitra bisnis di Indonesia,” ujar Tammy.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3 persen dari target. Dari jumlah tersebut, penanaman modal asing tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persen, sementara penanaman modal dalam negeri mencapai Rp1.030 triliun atau 53,4 persen.

Rosan menambahkan, meskipun Singapura masih menjadi investor terbesar, kontribusi investasi dari Cina dan Hong Kong secara agregat menunjukkan nilai yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |