Jepang Puji Program MBG, JCCI Lakukan Studi Banding ke Indonesia

3 hours ago 5

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) mengunjungi SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif menarik delegasi Jepang datang langsung meninjau dapur dan proses distribusi ke sekolah. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) menyampaikan kekaguman atas pelaksanaan MBG  yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlah ini setara dengan hampir setengah populasi Jepang.

Delegasi JCCI secara khusus datang ke Indonesia untuk melakukan studi banding, meninjau langsung bagaimana pemerintah Indonesia mampu mengembangkan sistem MBG secara cepat, terstruktur dan dalam skala yang sangat besar.

Kekaguman tersebut disampaikan saat delegasi JCCI mengunjungi SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok. Delegasi menyaksikan langsung proses operasional MBG, mulai dari memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Bina Mulia.

Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menilai petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang.

“Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman,” ujarnya.

Delegasi Jepang juga menawarkan program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga serta pelatihan bagi Kepala SPPG BGN sebagai bagian dari transfer of knowledge. Jepang sendiri telah memulai program makan siang sekolah sejak 1889, atau lebih dari 137 tahun lalu. Pengalaman tersebut dinilai relevan sebagai referensi peningkatan keamanan pangan MBG.

Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi delegasi Jepang. Para delegasi tampak terharu melihat sambutan hormat para siswa dengan mencium tangan para delegasi serta keceriaan anak-anak saat menikmati MBG — sebuah penanda bahwa program ini diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama tersebut. “Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |