Jelang Ramadhan, Umat Islam Diingatkan Jangan Beli Kurma Terafiliasi Israel

3 weeks ago 7

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Founder Halal Corner Indonesia, Aisha Maharani melalui akun Instagram-nya mengingatkan kembali umat Islam untuk berhati-hati membeli kurma pada Ramadhan tahun ini. Ia mengingatkan, masyarakat jangan membeli kurma yang terafiliasi Israel, sebagaimana diketahui Israel pelaku genosida paling mengerikan dalam sejarah modern umat manusia.

Melalui akun medsosnya, Aisha mengatakan, Ramadhan sebentar lagi akan datang. Biasanya kaum Muslimin mengonsumsi kurma sebagai makanan untuk berbuka puasa. "Tapi sebagai Muslim peduli Palestina, wajib waspada untuk merek-merek kurma yang berasal dari perusahaan Israel dilansir dari laman aweea.com," tulis Aisha di akun medsosnya belum lama ini.

Aisha menerangkan merek yang sering disebut dalam daftar produk kurma asal Israel atau diekspor melalui perusahaan eksportir Israel. Berdasarkan beberapa sumber referensi kampanye boikot dan daftar merek yang disebutkan secara berulang dalam laporan boikot.

Merek yang disebut sebagai terkoneksi dengan produsen atau eksportir Israel di antaranya, Hadiklaim, dikenal sebagai eksportir besar kurma dari Israel, menjual kurma atas nama banyak brand lain termasuk King Solomon, Jordan River, MyJool dan supermarket own-brands.

Menurut Aisha, King Solomon dilaporkan dipasarkan oleh Hadiklaim. Jordan River disebut sebagai salah satu brand yang dipasarkan melalui Hadiklaim. Mehadrin perusahaan besar Israel di ekspor buah dan kurma, sering masuk daftar boikot produk.

Aisha menjelaskan, Carmel Agrexco diproduksi atau ekspor oleh perusahaan ekspor pertanian Israel. Kemudian Delilah, Desert Diamond, Bomaja, Bonboniera, Star Dates, Sincerely Nuts, Food To Live, Navafresh, Urban Platter, Shams, Premium Medjoul, Fancy Medjoul, Red Sea, Royal Treasure, Karsten Farms, La Palma, Tamara Barhi sering muncul dalam beberapa daftar panjang merek yang diasosiasikan sebagai kurma yang diproduksi atau ditangani melalui jaringan eksportir Israel menurut kampanye boikot.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |