Cincin pernikahan suami dan istri (ilustrasi). Pembagian peran antara suami dan istri dalam keluarga sebaiknya didasarkan pada prinsip saling menghargai dan mendukung.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Ibrahim Risyad (Ohim) menjadi perbincangan publik karena pernyataannya soal peran suami dan istri. Beberapa pernyataan Ohim menuai kritik dari warganet dan menilainya sebagai "suami redflag".
Dia mengaku tidak sanggup jika istrinya, Salshabilla Adriani, menjadi ibu rumah tangga (IRT) tanpa kegiatan produktif. “Wah kayaknya gua enggak bisa deh. Enggak bisa gua, enggak kuat juga gua kayaknya. Karena walaupun kita sebagai suami pasti akan selalu melakukan apa yang istri mau, cuma menurut gua enggak make sense aja. Enggak apple to apple gitu loh. Dia ngurus rumah kan bisa diurus sama Mbak sebenarnya gitu, loh. Kalau misalkan dia (Salsa-Redaksi) emang mau sesuatu gitu, ya dia juga harus usaha untuk bisa dapetin itu. Bukan dengan cara cuma nyuruh-nyuruh gua doang,” ujarnya dikutip dari saluran YouTube Debi & Marco.
Hal ini menuai kritik dari warganet dan menilainya sebagai "suami redflag". Lantas, seperti apa peran suami-istri yang sehat dan setara?
Guru besar psikologi dari Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim, menjelaskan bahwa pembagian peran antara suami dan istri dalam keluarga sebaiknya didasarkan pada prinsip saling menghargai dan mendukung. Meskipun narasi agama dan budaya menempatkan suami sebagai pencari nafkah utama, namun menurut Rose, peran suami-istri di setiap keluarga akan berbeda-beda sesuai dengan apa yang disepakati bersama.
"Banyak penelitian antropologi mengatakan bahwa suami itu di budaya kita dianggap sebagai pencari nafkah utama, jadi dia wajib untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Dari sisi agama juga begitu. Tetapi sebetulnya di kehidupan keluarga, ada yang disebut negosiasi, di mana istri dan suami bersepakat untuk kemudian dalam rumah tangga ini akan melakukan seperti apa," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Kamis (8/1/2026).
Menurut Prof Rose, menanamkan rasa saling menghargai di antara pasangan suami-istri sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa lebih dominan atau terpinggirkan. Sebagai contoh, jika istri memilih untuk bekerja, maka suami juga harus aktif dalam mengelola urusan rumah tangga.
.png)
20 hours ago
3













































