Talenta Digital Sumbang Rp6,5 Triliun, Jadi Mesin Ekonomi Baru

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peran talenta digital kian nyata dalam mendorong ekonomi nasional. Kontribusinya bahkan telah mencapai triliunan rupiah, seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap keterampilan teknologi di berbagai sektor.

Platform edukasi teknologi Dicoding mencatat dampak ekonomi yang dihasilkan dari ekosistem pembelajarannya telah menembus Rp6,5 triliun. Angka ini mencerminkan nilai tambah dari peningkatan keterampilan, produktivitas kerja, hingga peluang ekonomi baru yang tercipta di masyarakat.

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, mengatakan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), mempercepat kinerja talenta digital. Namun, menurut dia, faktor manusia tetap menjadi penentu utama dalam menciptakan nilai ekonomi.

“Sebagian besar developer merasakan peningkatan produktivitas berkat AI. Tapi pada akhirnya, kreativitas dan kemampuan problem solving manusia yang menghasilkan nilai,” ujarnya dalam Dicoding Developer Conference 2026 dikutip Ahad (26/4/2026).

Laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 menunjukkan 9 dari 10 developer profesional mengalami kenaikan produktivitas hingga di atas 20 persen setelah menggunakan AI generatif. Peningkatan ini dinilai berkontribusi langsung pada efisiensi kerja dan output ekonomi.

Di sisi lain, peluang kerja bagi talenta digital justru semakin luas, tidak lagi terbatas di perusahaan teknologi. Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, menyebut sektor non-IT kini menjadi penyerap terbesar tenaga kerja digital.

“Di tengah isu pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi, kebutuhan talenta digital tetap tinggi. Banyak perusahaan non-IT yang justru membutuhkan skill ini untuk transformasi bisnis mereka,” kata Oon.

Perubahan ini juga diikuti pergeseran cara belajar. Sekitar 63 persen developer mengandalkan kursus daring sebagai sumber utama peningkatan keterampilan. Model pembelajaran ini dinilai lebih cepat menyesuaikan kebutuhan industri dibanding jalur pendidikan formal.

Pemerintah melihat tren tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi digital nasional. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menilai penguasaan teknologi, termasuk AI, akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas sektor kreatif.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, mengatakan kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan perlu diperluas agar talenta digital dapat terserap optimal di pasar kerja.

“Penguatan kapasitas dan jejaring penting agar talenta digital bisa berkontribusi di berbagai sektor, dengan AI sebagai akselerator produktivitas,” ujarnya.

Dengan kebutuhan yang terus meningkat dan dampak ekonomi yang mulai terlihat, talenta digital kini tidak lagi sekadar profesi, melainkan menjadi salah satu mesin baru penggerak ekonomi Indonesia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |