Iran Dipaksa Berunding di Bawah Todongan Senjata Amerika

5 hours ago 2

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden AS Donald Trump tetap menginginkan Iran untuk beruding terhadap beragam persoalan yang selama ini dipermasalahkan, dari program nuklir sampai kerusuhan demonstrasi di negara tersebut.

Namun perundingan ini, bukanlah negosiasi di posisi yang adil. Iran dipaksa untuk berunding dibawah todongan senjata Amerika.

Hal itu setidaknya dapat terlihat dari pergerakan armada militer AS ke Timur Tengah dan ancaman Trump yang dilontarkan berulang kali ke Iran.

“Armada besar sedang menuju Iran. Armada itu bergerak cepat, dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar,” katanya dalam unggahan panjang di Truth Social pada Rabu.

Presiden AS meminta agar Iran segera kembali ke meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata. "TANPA SENJATA NUKLIR – kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!”

Dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada pengeboman AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni, presiden AS juga memperingatkan bahwa jika Teheran gagal menyetujui kesepakatan, maka serangan berikutnya akan jauh lebih buruk.

Trump bukan kali ini saja mengancam negara-negara lain. Saat hendak berunding soal Greenland AS juga mengancam negara-negara sekutunya dengan kenaikan tarif.

Keengganan Iran

Iran tidak tinggal diam dan manut saja dengan ancaman Trump. Seperti dilansir Aljazirah, kemarahan Trump ini justru terjadi tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negaranya tidak akan memulai kembali negosiasi di tengah ancaman serangan.

Diplomat utama Teheran itu menegaskan bahwa negaranya tidak berupaya untuk memulai kembali negosiasi dan tak akan melakukannya selama ancaman tersebut masih ada.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |