REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, menyiapkan proyek industri asam lemak (fatty acid) senilai Rp3,77 triliun sebagai bagian dari penguatan hilirisasi kelapa sawit nasional dan pengembangan industri manufaktur berbasis oleokimia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan proyek tersebut ditargetkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas crude palm oil (CPO) Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan industri domestik terhadap produk impor.
“Proyek ini ditargetkan mampu mendongkrak nilai tambah komoditas kelapa sawit Indonesia, sekaligus memangkas ketergantungan industri dalam negeri terhadap produk impor,” ujar Aspian Nur di Bontang, Jumat.
Industri fatty acid dipilih karena menjadi salah satu produk hilirisasi oleokimia dengan permintaan global yang terus meningkat. Produk tersebut merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri manufaktur, mulai dari kosmetik, sabun, detergen, plastik, tekstil, pelumas, hingga produk perawatan pribadi.
Pemerintah Kota Bontang menilai prospek industri oleokimia dunia masih tumbuh positif dengan konsumsi produk turunannya diproyeksi meningkat rata-rata tujuh persen per tahun, terutama didorong pasar Asia dan Eropa.
Bontang dinilai memiliki modal kuat untuk masuk dalam rantai industri tersebut karena ditopang pasokan CPO Kalimantan Timur yang mencapai sekitar 4 juta ton per tahun.
Menurut Aspian, pabrik fatty acid yang direncanakan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate itu akan memiliki kapasitas produksi mencapai 91,2 ribu ton per tahun dengan kebutuhan bahan baku CPO sekitar 45 ribu ton per tahun.
Ia menyebut proyek tersebut juga menawarkan prospek investasi yang dinilai menarik bagi investor domestik maupun global. Pemerintah daerah bahkan telah menyelesaikan skema investment project ready to offer (IPRO) untuk mempercepat promosi investasi strategis di sektor hilirisasi oleokimia nasional.
“Pabrik ini tidak hanya akan memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri strategis, tetapi juga menciptakan ratusan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kontribusi ekspor produk hilir kelapa sawit,” katanya.
Kawasan industri KIE Bontang dipilih karena dinilai memiliki infrastruktur dan konektivitas yang mendukung kebutuhan industri skala besar. Lokasinya berada dekat dengan Pelabuhan Lok Tuan dan Pelabuhan LNG Badak yang dinilai strategis untuk distribusi ekspor maupun domestik.
sumber : Antara
.png)
11 hours ago
4















































