Tampilan papan pemantauan peserta Global Sumud Flotilla dari Malaysia dan Indonesia di pusat komando Global Sumud Nusantara di Malaysia, Senin (18/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkapkan sekitar 40 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah ditahan oleh tentara Israel (IDF). Adapun jumlah total kapal GSF ada 57 yang berlayar untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini saat menemui Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
"Sampai pagi ini dalam catatan Global Freedom Flotilla yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan, dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya," katanya.
Ia menjelaskan, rombongan awalnya berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026. Namun saat memasuki perairan Yunani, gelombang pertama kapal peserta diintersep pasukan Israel dan lebih dari 170 orang ditangkap.
“Sekitar dua hari, tiga hari dibebaskan. Ada dua orang yang baru dibebaskan setelah hampir 12 hari ditahan,” katanya.
Setelah itu, misi dilanjutkan dari Marmaris, Turki, bersama delegasi Indonesia yang baru bergabung. Namun, menurut Ahmad, pada Senin siang sekitar pukul 15.00 WIB, kapal-kapal peserta kembali diintersep pasukan Israel.
“Sampai pagi ini dalam catatan Global Sumud Flotilla yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya,” katanya.
Dari sembilan WNI yang berlayar ke Gaza, ada lima orang termasuk jurnalis yang telah ditahan oleh tentara zionis israel di antaranya, yakni Bambang Noroyono; Thoudy Badai; Andre Prasetyo Nugroho; Rahendro Herubowo; dan Andi Angga.
Berikut daftar sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:
- Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad
- Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad
- Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize
- Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
- Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk
.png)
5 days ago
22
















































