Industri Musik Dunia Luncurkan Label Khusus untuk Lagu Hasil AI

1 day ago 7

Mendengarkan musik (ilustrasi). Sejumlah organisasi besar di industri musik internasional meluncurkan sistem pelabelan sukarela untuk konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (Al) generatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah organisasi besar di industri musik internasional meluncurkan sistem pelabelan sukarela untuk konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (Al) generatif. Langkah ini diharapkan dapat diadopsi secara luas, termasuk oleh layanan streaming musik untuk meningkatkan transparansi bagi pendengar.

International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) yaitu organisasi resmi yang mewakili industri rekaman dunia, dan Recording Industry Association of America (RIAA) mengumumkan sistem pelabelan tersebut pada Jumat (10/7/2026) bersama enam organisasi lain, termasuk penyelenggara Grammy Awards. Dalam pernyataan bersama, pimpinan IFPI dan RIAA menyebut penggemar ingin mengetahui apakah dan bagaimana Al generatif digunakan dalam sebuah karya musik.

"Label ini akan memberikan pendekatan yang mudah dipahami sekaligus mudah diterapkan dalam skala besar untuk meningkatkan transparansi," demikian pernyataan tersebut dilansir laman The Straits Times, Ahad (12/7/2026).

Sistem pelabelan tersebut terdiri atas dua kategori. Label pertama adalah "Al-generated" yang diperuntukkan bagi musik yang sebagian besar atau seluruh elemen kreatifnya dihasilkan oleh Al. Kategori ini mencakup lagu yang dibuat sepenuhnya melalui perintah (prompt) Al, maupun rekaman yang vokal utama serta trek instrumental utamanya dihasilkan menggunakan Al.

Sementara itu, label kedua adalah "Al-assisted" yang diperuntukkan bagi rekaman musik yang pada dasarnya tetap diciptakan oleh manusia dan mencerminkan kreativitas manusia, tetapi mengandung beberapa elemen ekspresif yang dihasilkan dengan bantuan Al. Meski demikian, agar dapat dikategorikan sebagai "Al-assisted" vokal utama dan trek instrumental utama harus tetap dibawakan oleh manusia.

Menurut IFPI dan RIAA, sistem pelabelan sukarela ini dirancang untuk diadopsi secara luas di tingkat global, termasuk oleh berbagai platform streaming musik. Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya jumlah musik hasil Al yang beredar di layanan streaming.

Platform streaming musik Deezer telah menerapkan penandaan sistematis terhadap lagu-lagu yang dihasilkan Al. Perusahaan itu baru-baru ini mengungkapkan bahwa musik buatan Al kini menyumbang hampir setengah dari seluruh unggahan baru di platformnya.

Pada Juni lalu, Deezer juga meluncurkan teknologi "Al music detector" yang diklaim memiliki tingkat akurasi mencapai 99,8 persen dalam mendeteksi musik hasil Al. Sementara itu, awal tahun ini seorang eksekutif Apple Music mengatakan kepada Billboard bahwa lebih dari sepertiga unggahan baru di platform tersebut sepenuhnya dibuat menggunakan Al.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |