IHSG Tembus Level 9.000, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

2 hours ago 2

Jurnalis mengambil gambar layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1), berhasil ditutup menembus level 9.000 sekaligus memecahkan rekor all time high (ATH) dengan ditutup pada level 9.032,584, menguat 0,94 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional pada 2026.

Dukungan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar. Sinergi yang kuat antara Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO) lainnya, yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia sehingga mampu menghasilkan berbagai pencapaian.

Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, antara lain jumlah investor yang mencapai 20,3 juta, pencatatan 26 saham baru dengan total dana yang dihimpun melalui initial public offering (IPO) sebesar Rp 18,1 triliun, dengan enam di antaranya merupakan lighthouse IPO. Aktivitas perdagangan pada 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, dengan IHSG ditutup menguat 22,10 persen pada level 8.644,26 pada Senin (29/12) dan mencatatkan 24 kali rekor ATH.

Pencapaian tersebut menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. BEI bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan, dengan dukungan OJK, berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pasar modal serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat guna mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan inklusif.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |