IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen ke Level 8.290, Investor Makin Optimistis

3 weeks ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/2/2026) sore ditutup menguat seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia. IHSG ditutup menguat 159,23 poin atau 1,96 persen ke posisi 8.290,96. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,50 poin atau 1,51 persen ke posisi 841,94.

"Penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal. Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Ratna memproyeksikan IHSG akan melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350–8.400 pada perdagangan Kamis (12/2/2026).

Dari kawasan Asia, data inflasi China melambat menjadi 0,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026, dari sebelumnya 0,8 persen (yoy) pada Desember 2025. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Oktober 2025 dan berada di bawah estimasi pasar sebesar 0,4 persen.

Dari pasar global, pelaku pasar menantikan rilis data Existing Home Sales Amerika Serikat (AS) untuk Januari 2026 yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 3,40 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau turun ke level 4,15 juta rumah, setelah pada Desember 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,10 persen (mtm).

"Koreksi ini lebih mencerminkan normalisasi pascakenaikan tajam pada bulan sebelumnya serta masih terbatasnya daya beli akibat level harga rumah yang tinggi dan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya stabil," ujar Ratna.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, dengan sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,76 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer sebesar 5,3 persen dan sektor industri sebesar 3,62 persen.

Sementara itu, satu sektor terkoreksi, yakni sektor keuangan yang turun 0,39 persen.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |