Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menanggapi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham Indonesia. Menurutnya, keputusan MSCI tersebut tepat sehingga regulator seharusnya segera mengambil langkah yang bijak.
“Menurut saya, what MSCI did, pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator,” kata Pandu saat hadir dalam acara Prasasti Economic Outlook 2026 di Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).
Pandu mengungkapkan MSCI sebenarnya telah memunculkan isu tersebut sejak tiga hingga empat bulan lalu. Pada akhirnya, MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia hingga otoritas memastikan mekanisme free float di Tanah Air berjalan dengan baik.
“Saya sendiri sudah bertemu dengan direksi MSCI. Jadi masukan-masukannya menurut saya sangat clear,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ia menekankan regulator harus bertindak sebagaimana mestinya dalam menangani persoalan tersebut. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) lantaran IHSG merosot hingga mencapai ambang batas delapan persen.
“At the end, regulator harus bisa bertindak. Saya lagi baca list frontier market, karena kan persiapannya ke frontier market sekarang. Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Tunisia. Mungkin ini cita-citia dari regulasi, saya enggak tahu, saya serahkan balik kepada regulator karena ini sudah fakta,” terangnya.
.png)
2 hours ago
1














































