Identitas Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Dikantongi Polisi, Bom tidak Ditemukan

17 hours ago 4

Anggota Gegana Brimob Polri melakukan penyisiran di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin (13/7/2026). Penyisiran dilakukan menyusul adanya ancaman bom dari orang tak dikenal melalui pesan WhatsApp. Akibat ancaman tersebut, seluruh siswa dipulangkan dan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama dibatalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi teror terjadi di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama sekolah, Senin (13/7/2026). Ancaman teror bom itu disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada guru dan tenaga kependidikan SDN Srengseng Sawah 15.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, polisi masih terus melakukan penyisiran di area sekolah. Hingga kini, Tim Gegana dan Densus 88 masih belum menemukan benda mencurigakan di area sekolah.

"Untuk sementara ini, belum ada, belum ada (benda mencurigakan). Namun demikian, dari Gegana masih bekerja," kata dia, Senin.

Dalam pesan yang diterima oleh guru dan tenaga kependidikan, bom itu diletakkan di 11 titik area sekolah. Namun, Tim Gegana dan Densus 88 masih belum menemukan bom itu setelah melakukan penyisiran selama sekitar 2 jam.

"Untuk penyisirannya masih ada di dalam, ya. Jadi kita tunggu saja informasi yang didapat nanti pasti kita infokan kembali," kata dia.

Ihwal identitas pengirim pesan, Nurma menyatakan, pihaknya sudah melakukan identifikasi. Namun, polisi masih akan penelusuran lebih lanjut.

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti, ya, untuk pelaku," ujar Nurma.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penyisiran dilakukan oleh Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror Polri. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh warga sekolah dan masyarakat di sekitar lokasi.

“Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan,” kata Budi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |