Hindari Macet Parah, Kapolda Jabar Imbau Hindari Arus Balik Tanggal 24 Maret

3 hours ago 2

Pengendara sepeda motor melintasi jalur saat pemberlakuan sistem satu arah (one way) sepenggal di jalur mudik Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026) malam. Satlantas Polresta Bandung pada H-2 Lebaran Idul Fitri 2026 telah melakukan sebanyak empat kali sistem satu arah sepenggal di jalur Nagreg menuju jalur Limbangan, Garut dan Tasikmalaya guna mengurai kemacetan volume kendaraan yang mencapai 129.328 hingga pukul 20.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Polda Jawa Barat mengimbau pemudik untuk menghindari puncak arus balik tanggal 24 Maret. Imbauan ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret tahun 2026. Selain itu, potensi kepadatan kendaraan diprediksi terjadi tanggal 28 sampai 29 Maret.

“Kami mengajak warga Jawa Barat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik dengan bijak, sehingga tidak terfokus pada tanggal 24 Maret yang diprediksi menjadi puncak kepadatan,” ucap dia dikutip pada Senin (23/3/2026).

Ia mengatakan masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere yang masih berlaku hingga tanggal 28 Maret. Sehingga perjalanan arus balik dapat berjalan lancar.

Kapolda Jabar mengajak seluruh warga untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi arahan petugas di lapangan. Serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik Lebaran 2026.

Ia mengatakan, pada hari pertama Lebaran terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut.

"Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak yang meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran," kata dia.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan untuk mengurai potensi kemacetan, Polda Jawa Barat menerapkan sejumlah strategi. Selain penempatan personel di titik-titik rawan juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile. Ia mengimbau kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kesehatan, kelayakan kendaraan seperti rem, lampu, ban, dan perlengkapan darurat seperti dongkrak.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |