REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga ketercukupan bahan bakar minyak (BBM) dan gas liquefied petroleum gas (LPG) di tengah gejolak pasar energi global sejak meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Hal itu disampaikan Luhut di hadapan puluhan ribu mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum bertajuk “Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” di Auditorium Unjani Cimahi, Rabu (11/3/2026).
“Kita sudah gambarkan skenario-skenario yang ada dan basisnya dengan data. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan. Pemerintah, saya lihat, cukup siaga untuk menghadapi,” kata Luhut.
Luhut menggambarkan langkah yang disiapkan untuk menghadapi dinamika memanasnya perang di kawasan Timur Tengah.
“Jadi kontingensi yang diperlukan untuk skenario harga minyak 90 dolar AS, 100 dolar AS, sampai 150 dolar AS itu sudah dibuat. Nanti tentu kita lihat rata-rata berapa karena APBN kita 70 dolar AS. Jadi kita hitung kalau naik 10 dolar AS bisa stoppage Rp 70 triliun. Tapi setelah kita hitung kemarin kita lega, masih semua manageable,” ungkap Luhut.
Luhut mengatakan, skenario dan kontingensi diperlukan untuk menghadapi dampak terburuk dari perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang mengancam pasokan energi. Sebab, pihaknya tidak dapat memastikan sampai kapan perang tersebut akan berakhir.
Luhut mengaku telah memanggil Pertamina Patra Niaga untuk menerima penjelasan langsung terkait cadangan energi nasional. Hasilnya, untuk pasokan gas LPG diakuinya sempat mengalami masalah, namun sudah dapat diatasi karena distribusi dari Amerika Serikat telah berlayar menuju perairan Indonesia.
“Memang waktu kita data nilai kritis kira-kira LPG. Tapi dari penjelasan Patra Niaga kita lihat dan kami cek kemudian itu dari Amerika kapalnya sudah jalan masuk ke Indonesia. Jadi kita juga tidak melihat masalah serius,” kata Luhut.
Kemudian dari pulau-pulau besar, kata dia, gas LPG telah terdistribusi ke wilayah-wilayah terpencil yang memang sulit diakses.
“Karena kalau di Pulau Jawa itu tidak terlalu ada masalah, karena dia (gas) datang langsung bisa dibagikan. Tapi di luar Pulau Jawa yang jauh itu masalah karena transportasi ke sana. Oleh karena itu mulai hari ini Pertamina sudah menyalurkan ke daerah-daerah luar Jawa untuk gas,” ujar Luhut.
Begitu pula untuk ketersediaan BBM yang dipastikan aman. Karena itu, Luhut meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi di tengah semakin memanasnya perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“BBM saya lihat belum ada masalah yang terlalu serius dan saya lihat pemerintah sudah punya kontingensi untuk menghadapi kalau perang ini masih agak berkelanjutan. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan,” ujar Luhut.
.png)
2 hours ago
2
















































