Para pengurus Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (Rimba).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 85 persen Generasi Z (Gen Z) di Indonesia menyadari, kerusakan lingkungan hidup dapat mengancam ketahanan negara. Bagi generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, pelestarian alam tidak lagi dipandang sebagai isu sektoral, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan dan bela negara nonmiliter.
Temuan itu berasal dari survei bertajuk "Pengaruh Diseminasi Budaya melalui Media Sosial terhadap Partisipasi Generasi Z dalam Upaya Pelestarian Alam sebagai Bentuk Bela Negara Nonmiliter" yang dilaksanakan oleh Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (Rimba) periode 12 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Hasil survei menunjukkan, sebanyak 82,3 persen responden Gen Z menyatakan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Mereka menegaskan tingginya kesadaran ekologis generasi muda Indonesia. Selain itu, 84,8 persen responden menilai bahwa pelestarian alam dan budaya merupakan bagian dari kepentingan nasional. Ketua Umum Rimba Eko Wiwid, menjelaskan, temuan itu menandai pergeseran penting dalam cara pandang Gen Z.
"Bagi Gen Z, perlindungan alam dan budaya sudah menjadi fondasi dari ketahanan bangsa. Oleh karena itu, kebijakan publik ke depan perlu menempatkan isu lingkungan dan budaya sebagai prioritas lintas sektor, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga teknologi dan pertahanan negara," ujar Eko di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Kemudian, 84,1 persen responden memandang perlindungan alam berbasis budaya sebagai bentuk tanggung jawab dan identitas yang patut dibanggakan. Hal itu menunjukkan, isu lingkungan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melekat pada nilai, karakter, dan nasionalisme Gen Z.
Dari sisi praktik, survei Rimba menemukan 79,3 persen Gen Z telah terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan budaya, baik melalui kerja bakti di lingkungan tempat tinggal maupun kampanye digital di media sosial. "Partisipasi ini menunjukkan kesadaran ekologis Gen Z telah berkembang menjadi aksi nyata, dan teknologi informasi berperan besar dalam memperluas ruang ekspresi serta mobilisasi mereka," kata Eko.
.png)
3 hours ago
7
















































