Gelar Konsolidasi-Bimtek, Baznas Bazis Jakarta dan KPP Perkuat UPZ Pasar

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis) Provinsi DKI Jakarta bersama Komite Pedagang Pasar (KPP) menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis seluruh kepengurusan unit pengumpul zakat (UPZ) KPP se-Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Aula Graha Mental Spiritual Lantai 8, Kantor Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada hari ini.

Dengan antusias, para pengurus UPZ KPP dari berbagai wilayah Ibu Kota mengikuti forum konsolidasi ini. Harapannya, seluruh UPZ di Jakarta dapat semakin memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terutama di lingkungan pasar rakyat.

Wakil Ketua I Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta KH Nur Alam Bakhtir mengatakan, UPZ KPP berperan strategis sebagai garda terdepan dalam penghimpunan ZIS di lingkungan pasar. Menurutnya, pasar rakyat menyimpan potensi zakat yang besar dan perlu dikelola secara terstruktur, profesional, serta sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

“Melalui konsolidasi dan Bimtek ini, kami berharap seluruh pengurus UPZ memiliki pemahaman yang sama dalam tata kelola zakat, mulai dari penghimpunan, pencatatan, hingga pelaporan, sehingga kepercayaan para muzaki dapat terus terjaga,” kata Kiai Nur Alam di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menegaskan, UPZ tidak hanya berfungsi sebagai unit penghimpun dana ZIS. Perannya pun mencakup sarana edukasi zakat dan penguatan kepedulian sosial di kalangan pedagang pasar.

Selain konsolidasi, lanjut Kiai Nur Alam, kegiatan ini diisi dengan bimbingan teknis (bimtek) yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme pengurus UPZ Komite Pedagang Pasar se-Jakarta. Materi Bimtek meliputi pemahaman regulasi zakat, standar operasional penghimpunan, sistem pencatatan dan pelaporan, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai standar Baznas (Bazis).

Melalui Bimtek tersebut, para pengurus UPZ dibekali pengetahuan teknis dan praktis agar mampu menjalankan tugas penghimpunan ZIS secara tertib administrasi. Upaya ini juga diarahkan untuk meningkatkan integritas dan kualitas layanan kepada para muzaki di lingkungan pasar rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Pusat KPP, Abdul Rosyid Arsyad, menyebut konsolidasi dan Bimtek UPZ sebagai momentum penting bagi pedagang pasar. Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat peran sosial dan kepedulian terhadap sesama melalui pengelolaan ZIS yang terarah dan profesional.

Ia menegaskan para pedagang pasar siap bersinergi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesadaran berzakat. “Komite Pedagang Pasar berkomitmen mendukung penuh penguatan UPZ agar manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Pada tahun 2026, Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menargetkan penghimpunan ZIS sebesar Rp 450 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi UPZ seluruh wilayah ditargetkan mencapai Rp 91,95 miliar.

Secara khusus, UPZ Komite Pedagang Pasar DKI Jakarta ditargetkan mampu menghimpun ZIS sebesar Rp 22,8 miliar. Target tersebut berasal dari 114 pasar yang berada di bawah naungan Komite Pedagang Pasar.

Melalui konsolidasi dan Bimtek ini, Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh UPZ Komite Pedagang Pasar se-Jakarta dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara optimal. Upaya tersebut diharapkan berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat di Provinsi DKI Jakarta.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |