Pelaksana Tugas Kantor Direktorat Intelijen Amerika, Bill Pulte, yang bertugas mengoordinasikan kerja intelijen. Di bawah kepemimpinannya, badan tersebut akan melaksanakan efisiensi karyawan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah lembaga yang lahir dari trauma serangan 11 September kini justru menghadapi ancaman dari dalam.
Pada Senin pagi, suasana di Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (ODNI) berubah drastis. Tidak ada pengumuman besar. Tidak ada konferensi pers yang menarik perhatian.
Namun di balik pintu-pintu kantor yang selama dua dekade menjadi pusat koordinasi intelijen AS, sebuah proses yang berpotensi mengubah wajah komunitas intelijen Amerika mulai berjalan.
Pemutusan hubungan kerja massal dimulai. Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pemangkasan besar-besaran yang sedang dipertimbangkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional Bill Pulte mulai diterapkan pada Senin. Langkah itu sebagai awal dari "pemecatan yang dilakukan oleh pihak negara bayangan".
Namun ada sesuatu yang lebih menarik dari sekadar pengurangan pegawai. Mengapa pemerintahan Donald Trump justru memilih memangkas personel di jantung birokrasi intelijen ketika dunia sedang memasuki periode yang semakin tidak pasti?
Pertanyaan itu muncul karena ODNI bukan lembaga biasa. Kantor tersebut dibentuk setelah tragedi 11 September 2001. Saat itu Washington menyimpulkan bahwa kegagalan koordinasi antar badan intelijen menjadi salah satu penyebab mengapa serangan terbesar di tanah Amerika dapat terjadi tanpa terdeteksi.
Sejak saat itu ODNI berfungsi sebagai penghubung utama bagi 18 badan intelijen Amerika Serikat. Namun yang terjadi pekan ini menunjukkan arah yang berbeda.
Beberapa hari sebelum resmi menjabat, Bill Pulte dilaporkan telah meminta daftar seluruh pegawai di kantor tersebut. Bahkan ia datang bekerja sehari lebih awal dari jadwal dan langsung melakukan serangkaian pertemuan internal yang mengejutkan banyak pihak, termasuk Direktur Intelijen Nasional sebelumnya, Tulsi Gabbard.
Di sinilah cerita berubah. Menurut sejumlah sumber, seluruh kantor di lingkungan ODNI diminta menyerahkan daftar peringkat pegawai mereka paling lambat Senin.
Permintaan itu diyakini berkaitan langsung dengan rencana pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) dan Pusat Kontraintelijen serta Keamanan Nasional disebut sebagai dua unit yang kemungkinan terkena dampak paling besar.
Namun mengapa langkah ini memicu kekhawatiran di Capitol Hill? Jawabannya mulai terlihat ketika dua tokoh senior Partai Demokrat, Senator Mark Warner dan anggota DPR Jim Himes, mengirim surat peringatan kepada Pulte.
Mereka mengingatkan bahwa pemangkasan besar-besaran dapat merusak kemampuan lembaga yang dibentuk khusus untuk mencegah terulangnya tragedi seperti 11 September.
.png)
9 hours ago
4









































