REPUBLIKA.CO.ID, Bandung -- Invest Selangor Berhad menyiapkan sekitar 150 delegasi untuk mengikuti SIBS@ASEAN: Bandung Edition pada 9-10 Juli 2026. Forum bisnis tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Selangor, Malaysia, dan Jawa Barat, sekaligus mendorong integrasi rantai pasok di kawasan ASEAN.
Delegasi yang dipimpin Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin bin Shari itu terdiri atas pejabat pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan investor dari berbagai sektor. Selama dua hari pelaksanaan, mereka akan mengikuti forum investasi, pameran bisnis, hingga kunjungan industri untuk menjajaki peluang kerja sama dengan mitra di Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi tonggak baru bagi Selangor International Business Summit (SIBS) karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Malaysia menjelang peringatan satu dekade penyelenggaraannya pada Oktober 2026.
Chief Executive Officer Invest Selangor Berhad Dato' Hasan Azhari Hj. Idris mengatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN di Bandung merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan ekonomi Selangor di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Hasan, penyelenggaraan forum tersebut di Indonesia mencerminkan upaya Selangor untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu mitra dagang utama Malaysia.
"Bandung Edition menandai babak baru bagi Selangor International Business Summit, kini untuk pertama kalinya melangkah melampaui batas-batas Malaysia. Merayakan satu dekade keberhasilan SIBS, kami percaya inilah waktu yang tepat untuk membawa Selangor langsung ke hadapan para tetangga ASEAN kami," ujar Hasan dalam keterangan resmi, Kamis.
Ia menambahkan, delegasi Selangor siap membangun kemitraan lintas negara, mendorong investasi baru, serta memperkuat posisi Selangor sebagai salah satu pintu gerbang bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnisnya ke pasar Asia Tenggara.
Bandung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki karakteristik ekonomi yang serupa dengan Selangor. Kedua wilayah sama-sama berkembang sebagai pusat industri dan inovasi yang ditopang sektor manufaktur, teknologi digital, serta ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah SIBS@ASEAN One-Day Forum yang berlangsung pada 9 Juli 2026. Forum ini akan membahas peluang penguatan perdagangan dan investasi di sektor teknologi digital, properti, manufaktur, serta logistik antara Selangor dan Jawa Barat.
Forum dijadwalkan dibuka oleh Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin bin Shari bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Agenda juga mencakup diskusi mengenai penguatan rantai pasok Malaysia-Indonesia, presentasi peluang investasi, serta penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, sektor pariwisata, dan institusi pendidikan dari kedua wilayah.
Selain forum investasi, penyelenggaraan SIBS@ASEAN: Bandung Edition juga menghadirkan pameran bisnis yang bekerja sama dengan Tourism Selangor dan Education Malaysia Global Services (EMGS). Sebanyak 60 entitas berbasis di Selangor akan memperkenalkan peluang kemitraan di sektor pariwisata medis dan pendidikan.
Pada sektor pariwisata medis, Selangor akan mempromosikan layanan kesehatan yang mencakup rumah sakit swasta, fasilitas medis berteknologi modern, serta layanan bagi pasien internasional. Sementara pada sektor pendidikan, berbagai peluang studi dan kerja sama akademik lintas negara akan diperkenalkan kepada peserta forum.
Pada hari kedua, delegasi Selangor akan mengunjungi sejumlah sektor industri strategis di Jawa Barat untuk melihat langsung potensi investasi serta menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku industri setempat.
Melalui penyelenggaraan SIBS@ASEAN: Bandung Edition, Invest Selangor berharap dapat memperkuat diplomasi ekonomi regional sekaligus membuka koridor pertumbuhan baru di kawasan ASEAN melalui kolaborasi lintas negara.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1














































