Film Sebelum Dijemput Nenek Tawarkan Horor-Komedi Segar dan Menghibur

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapi Films kembali menghadirkan film komedi horor terbaru berjudul Sebelum Dijemput Nenek. Diarahkan sutradara Fajar Martha Santosa, film ini berhasil mengawinkan unsur komedi dan horor secara apik, segar dan menghibur.

Sebelum Dijemput Nenek mengikuti kisah saudara kembar tidak identik Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto) yang diteror arwah nenek mereka. Sang nenek meninggal pada hari keramat (Sabtu Wage, pukul 6, tanggal 6) yang menurut kepercayaan desa setempat arwahnya akan menuntut ditemani ke alam baka dalam waktu tujuh hari.

Terdesak oleh teror tersebut, Hestu dan Akbar berusaha mencari "pengganti" agar terhindar dari kutukan. Usaha itu dilakukan dengan bantuan seorang dukun kocak serta preman yang justru takut hantu. Berbagai kekacauan pun terjadi, menghadirkan rangkaian adegan horor-komedi yang absurd dan menggelitik di desa mereka.

Republika berkesempatan menonton film ini terlebih dahulu pada Rabu (14/1/2026). Selama hampir satu setengah jam, film ini terasa segar dari sisi cerita. Sebelum Dijemput Nenek tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga menghadirkan horor yang lebih membumi dan dekat dengan realitas. Salah satu yang menarik, film ini banyak menggunakan latar waktu siang hari, sesuatu yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia.

Selain akting Angga Yunanda yang meyakinkan, kehadiran Dodit Mulyanto, Oki Rengga dan Nopek Novian juga turut memperkuat elemen komedi. Membuat film Sebelum Dijemput Nenek menjadi tontonan yang menarik.

Sutradara Fajar Martha Santosa mengatakan keseimbangan antara horor dan komedi menjadi pendekatan utama dalam penggarapan film ini. Sejak awal, ia ingin memastikan kedua genre tersebut berjalan beriringan, bukan saling meniadakan.

"Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang memouat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur," kata Fajar dalam konferensi pers di Epicentrum, Rabu (14/1/2026).

Sebagai produser, Sunil Samtani menegaskan Sebelum Dijemput Nenek merupakan kelanjutan komitmen Rapi Films dalam mengembangkan horor-komedi yang berakar pada budaya lokal. Film ini juga diharapkan bisa memberi pengalaman sinematik yang menyenangkan.

"Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru," ujar Sunil.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran karakter pendukung yang mencuri perhatian seperti Oki Rengga, Wavi Zihan, Nopek Novian, serta sejumlah cameo seperti sosok Eri Pras dan Tante Ernie. Sebelum Dijemput Nenek akan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |