Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan 118 wilayah kerja (WK) migas potensial kepada investor untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan sektor hulu migas nasional. Langkah itu dilakukan guna mendukung target produksi minyak nasional mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2029-2030.
Hingga Mei 2026 pemerintah telah mengidentifikasi 118 WK migas potensial. Rinciannya terdiri atas 43 wilayah tahap studi bersama, 50 wilayah pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang telah ditandatangani kontraknya, termasuk delapan WK hasil lelang 2025.
“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh ikut. Tidak perlu nego-nego di belakang meja,” kata Bahlil saat membuka Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di Tangerang, Banten, dikutip Kamis (21/5/2026).
Pemerintah, jelas dia, membuka peluang investasi lebih luas bagi pelaku usaha yang memiliki teknologi, modal, dan keseriusan mengembangkan sektor hulu migas nasional. Investasi baru dinilai penting untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional serta dinamika geopolitik global.
Delapan WK yang kontraknya ditandatangani terdiri atas WK Gagah di Sumatera Selatan, WK Bintuni di Papua Barat, WK Karunia di Sumatera Utara dan Riau, WK Drawa di Papua Barat dan Papua Barat Daya, WK Jalu serta Southwest Andaman di Laut Andaman, WK Barong di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, serta WK Nawasena di Jawa Timur. Total komitmen pasti dari delapan WK tersebut mencapai 57,95 juta dolar AS dengan bonus tanda tangan sebesar 3,15 juta dolar AS. Adapun total potensi sumber daya dari seluruh WK tersebut diperkirakan mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.
“Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silakan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Bahlil.
.png)
20 hours ago
6















































