REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Ilmuwan-ilmuwan iklim dan lembaga-lembaga meteorologi dunia memprediksi El Nino yang terbentuk di Samudera Pasifik tahun ini dapat mendorong suhu global mencapai titik tertingginya pada 2027. Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional (NOAA) Amerika Serikat (AS) dan Biro Meteorologi Australia mengatakan sejumlah model iklim sudah memprediksi El Nino.
Namun keduanya memperingatkan hasil prediksi masih belum pasti. Para pakar juga mengatakan masih terlalu dini untuk meyakini prediksi tersebut. Tetapi sinyal-sinyal yang muncul dari suhu permukaan laut di Pasifik menunjukkan El Nino dapat terbentuk pada tahun 2026.
Siklus suhu laut di Pasifik yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terkait dengan peristiwa iklim ekstrem di seluruh dunia. El Nino terbentuk ketika permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur lebih hangat dari biasanya.
El Nino cenderung meningkatkan suhu global dan bagi beberapa wilayah seperti Indonesia dan Australia, berkaitan dengan kondisi kering dan panas. "Sejumlah model mengindikasi kemungkinan pembentukan El Nino dari bulan Juni," kata Biro Meteorologi Australia dalam laporan pemantauan Bumi bagian selatan terbarunya, seperti dikutip dari the Guardian, Ahad (8/2/2026) lalu.
Biro Meteorologi Australia memperingatkan terdapat "jangka yang masih terlalu panjang" untuk memprediksi El Nino. NOAA juga mengatakan kemungkinan pembentukan El Nino meski memperingatkan terdapat ketidakpastian dalam model-model atau simulasi-simulasi cuaca dan iklim.
Ilmuwan iklim dari Monash University dan mantan kepala prediksi jangka panjang di Biro Meteorologi Australia Andrew Watkins menjelaskan saat ini sejumlah besar air laut hangat tersimpan di Samudra Pasifik tropis bagian barat.
Dalam kondisi normal, ketika angin pasat melemah, massa air hangat tersebut akan mengalir kembali ke arah timur, menuju kawasan lepas pantai Amerika Selatan, sehingga meningkatkan suhu permukaan laut di wilayah tersebut sebuah ciri utama El Niño.
"Model-model tersebut memprediksi hal itu akan terjadi selama musim gugur (di Australia), yang cukup sesuai dengan perkiraan," kata Watkins.
Ia mengatakan "tanda-tanda awal El Nino sudah ada", tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah fenomena tersebut akan berkembang. Sementara itu pakar ENSO dari University of New South Wales Profesor Andrea Taschetto mengatakan saat ini La Nina sudah hampir berakhir dan memprediksi setelah itu masih sulit dilakukan.
Taschetto mengatakan saat ini peluang terbentuknya El Nino atau ENSO netral pada bulan Juni sampai Agustus adalah 50/50 atau "seperti lempar koin." Data BMKG terbaru juga menunjukkan saat ini Indonesia sedang berada di fase transisi dari La Niña Lemah menuju kondisi Netral pada Februari–Maret 2026.
Tiga tahun terakhir merupakan tahun-tahun terpanas yang pernah tercatat. Pada Januari lalu Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengumumkan 2025 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat setelah 2023 dan 2024.
Peneliti dari kelompok riset Berkeley Earth Zeke Hausfather mengatakan El Nino yang terbentuk pada pertengahan 2023 dan berakhir sekitar April 2024 kemungkinan menaikan suhu sekitar 0,12 derajat Celsius suhu global pada tahun 2024.
"Jika El Nino berkembang akhir tahun ini, kemungkinan akan mencapai puncaknya sekitar November-Januari dan terutama berdampak pada suhu permukaan global tahun 2027, bukan 2026, karena itu saya memprediksi suhu global pada tahun 2027 akan mencetak rekor baru," katanya.
Watkins setuju jika El Nino berkembang, dampaknya terhadap suhu global pada tahun 2027 akan lebih kuat. “Saya akan ragu untuk bertaruh tidak akan ada tahun terpanas baru dalam sejarah,” katanya.
Watkins juga menekankan pemanasan global yang terutama disebabkan pembakaran bahan bakar fosil kini sudah sangat kuat, sehingga mulai mengalahkan fluktuasi suhu alami dari tahun ke tahun. Ia menambahkan dunia kini hampir tidak lagi dikejutkan oleh rekor suhu baru, karena bahkan tanpa El Nino yang kuat, suhu global tetap bisa melonjak.
"Saya kiri kita tidak akan terkejut lagi, kita tidak membutuhkan El Nino untuk meningkatkan suhu global," katanya.
.png)
2 hours ago
1















































